PENTINGNYA MENDIDIK ANAK : BELAJAR DARI KISAH KELUARGA IMAM ELI

(By : Dessy Ariadna – Tim Penulis Stand To JESUS)

1 Samuel 2:12 (IMB) Anak-anak lelaki Eli adalah anak-anak dursila; mereka tidak mengenal YAHWEH.

Imam Eli adalah seorang Imam dekat dengan Tuhan, mengenal Tuhan bahkan sering mendengar suara Tuhan, namun dibalik itu Imam Eli tidak benar-benar mendidik anak-anaknya (Hofni dan Pinehas) untuk mengenal Tuhan.

1 Samuel 2:22 (IMB) Eli sudah sangat tua dan telah mendengar segala perbuatan anak-anaknya terhadap seluruh Israel. Bagaimana mereka tidur dengan wanita-wanita yang berkumpul di pintu kemah pertemuan.

Kedua anak Imam Eli juga melayani Tuhan bersama dengan ayahnya sebagai Imam dikemah pertemuan tetapi mereka berbuat kurang ajar dan tidak menghormati Tuhan sama sekali lewat sikap dan perbuatan mereka, banyak perbuatan jahat yang mereka lakukan, Imam Eli sendiri terkesan lembek dan tidak tegas kepada anak-anaknya sehingga mereka menganggap remeh semua perkataannya.

1 Samuel 2:23-25 (IMB) Berkatalah ia kepada mereka, “Mengapa kamu melakukan perbuatan-perbuatan seperti itu? Aku telah mendengar tentang perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari semua orang. Jangan begitu anak-anakku. Sebab laporan yang aku dengar itu tidak baik. Kalian menyebabkan umat YAHWEH melakukan pelanggaran. Jika seorang manusia berdosa terhadap sesamanya, maka Elohim akan menghakiminya. Namun jika manusia berdosa terhadap YAHWEH, siapakah yang dapat berdoa untuknya? ” Akan tetapi mereka tidak mendengarkan suara ayahnya, sebab YAHWEH bermaksud hendak membuat mereka mati.

1 Samuel 3:13 (IMB) Karena Aku telah menyatakan kepadanya, bahwa Aku akan menghukum kaum keluarganya sampai selamanya, karena kesalahan yang telah diketahuinya; sebab anak-anak lelakinya mencemarkan dirinya dan ia tidak mencegahnya.

Akibat yang diterima kedua anak Imam Eli sendiri sangat fatal, mereka menerima hukuman yang sangat berat akibat kejahatan mereka karena tidak menghormati kekudusan Tuhan dan berlaku cemar lewat tindakan mereka.

Anak-anak memang harus di didik dengan tegas dalam koridor kasih sejak dini, kasih dan ketegasan harus seimbang dan tidak boleh berat sebelah, terlalu tegas dan tanpa kasih akan membuat anak-anak tumbuh sebagai pribadi yang dingin dan tidak punya belas kasihan, sebaliknya jika hanya diberi kasih secara berlebihan dan tanpa ketegasan akan membuat anak-anak tumbuh menjadi anak-anak yang manja dan berperilaku seenaknya. Jadi kasih dan ketegasan haruslah seimbang agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang baik, disiplin, penuh kasih dan dapat memperlakukan orang lain dengan baik dan penuh rasa hormat.

Anak-anak juga perlu di didik sejak dini untuk mengenal Tuhan, jangan berpikir usia yang terlalu muda membuat orang tua berpikir untuk memperkenalkan Tuhan kepada anak-anak mereka, sebab jika anak-anak diajar mengenal Tuhan lebih dini, saat dewasa nanti mereka akan berpegang teguh kepada firman Tuhan disepanjang hidup mereka.

Tuhan YESUS Memberkati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × three =