BELAJAR DARI KISAH KELUARGA PEREMPUAN SUNEM

(Penulis : Dessy Maharani – Stand To JESUS)

Keluarga perempuan Sunem adalah keluarga yang takut akan Tuhan YAHWEH dan hidup mengandalkan Tuhan. Mereka memiliki hubungan yang baik dengan nabi Elisa, bahkan nabi Elisa sering datang dan menginap di rumah mereka. Perempuan Sunem dan suaminya yang tidak disebutkan namanya ini sangat baik kepada nabi Elisa.

2 Raja-raja 4:8-10 (IMB) Suatu hari Elisa menyeberang ke Sunem. Ada seorang wanita kaya raya yang tinggal di sana. Ia mengundang Elisa untuk makan. Setiap kali ia lewat, ia singgah di sana untuk makan. Berkatalah perempuan itu kepada suaminya, “Lihatlah sekarang, aku mengetahui bahwa ia yang selalu datang kepada kita adalah abdi Elohim yang kudus. Sekarang marilah kita membuat sebuah kamar di atas, yang kecil, dan berdinding batu, di sana kita menyiapkan sebuah tempat tidur, sebuah meja, sebuah kursi, dan sebuah kaki pelita baginya. Supaya ia dapat menginap di situ ketika ia datang mengunjungi kita. “

Melihat kebaikan hati mereka, dan bagaimana mereka takut akan Tuhan, nabi Elisa lalu menubuatkan bahwa perempuan Sunem itu akan memiliki seorang anak laki-laki (karena perempuan itu tidak memiliki anak dan suaminya sudah tua) dan pada tahun berikutnya mereka memiliki anak tepat seperti yang dinubuatkan oleh nabi Elisa.

2 Raja-raja 4:14 (IMB) Elisa berkata kepada Gehazi, “Lalu apakah yang dapat aku perbuat baginya? ” Jawab Gehazi, “Sesungguhnya, ia tidak mempunyai anak dan suaminya sudah tua. ”

2 Raja-raja 4:17 (IMB) Maka wanita itu pun mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki pada tahun berikutnya, seperti yang telah Elisa katakan kepadanya.

Kejadian tidak terduga membuat anak perempuan Sunem itu meninggal, dan dia tidak memberitahu itu kepada suaminya. Dia hanya bergegas menemui nabi Elisa dan tidak membiarkan mulutnya memperkatakan perkataan negatif, dia lebih memilih mengadukan masalahnya di dalam hadirat Tuhan.

2 Raja-raja 4:18-20 (IMB) Ketika anak itu bertumbuh, suatu hari ia keluar untuk mendapatkan ayahnya di antara para penyabit gandum. Tiba-tiba ia berkata kepada ayahnya, “Kepalaku, kepalaku! ” Lalu kata ayahnya kepada seorang pelayan, “Bawalah ia kepada ibunya! ” Kemudian pelayan itu mengangkatnya dan membawanya kepada ibunya. Anak itu duduk di pangkuan ibunya sampai tengah hari, lalu mati.

2 Raja-raja 4:21-25 (IMB) Ibunya naik ke kamar atas dan membaringkannya di atas tempat tidur abdi Elohim, lalu ia menutup pintu dan pergi.VWanita itu memanggil suaminya dan berkata, “Suruhlah salah seorang pelayan datang kepadaku dengan membawa seekor keledai betina, aku mau segera pergi kepada abdi Elohim itu dan aku akan kembali. ” Lalu suaminya berkata, “Mengapa engkau pergi kepadanya pada hari ini? Padahal, sekarang bukan bulan baru dan bukan hari sabat? ” Namun ia berkata, “Semuanya akan baik-baik saja. ” Setelah memasang pelana pada keledai itu, ia berkata kepada pelayannya, “Tuntunlah dan berjalanlah! Jangan menahan perjalananku, kecuali aku berbicara kepadamu. ” Kemudian ia pergi dan sampai kepada abdi Elohim di gunung Karmel. Ketika abdi Elohim melihatnya dari jauh, ia berkata kepada Gehazi, pelayannya, “Lihatlah, wanita Sunem itu!

Bahkan saat perempuan Sunem itu ditanya oleh Gehazi, pembantu Elisa bagaimana kabar mereka dan anak mereka, dengan lantang wanita itu mengucapkan apa yang dia imani “Baik-baik saja.” Dalam terjemahan lain perempuan itu mengatakan “Selamat” yang artinya semua baik-baik saja. Tepat persis seperti yang dia katakan kepada suaminya sebelum pergi menemui nabi Elisa “Semuanya akan baik-baik saja.”

2 Raja-raja 4:26 (IMB) Sekarang, larilah menyongsongnya dan katakanlah kepadanya: Apakah engkau baik-baik saja? Apakah suamimu baik-baik saja? Apakah anak itu baik-baik saja? ” Kemudian ia menjawab, “Baik-baik saja. ”

2 Raja-raja 4:26 (TB) Larilah menyongsongnya dan katakanlah kepadanya: Selamatkah engkau, selamatkah suamimu, selamatkah anak itu?” Jawab perempuan itu: “Selamat!”

Dan iman serta pengharapan perempuan Sunem ini tidak mengecewakannya, Tuhan YAHWEH menjawab dan memberikan mujizat kepadanya dimana anak laki-lakinya yang telah mati dibangkitkan. Tuhan menjadikan nyata apa yang dia imani bahwa semua pasti baik-baik saja dan anak itu selamat.

2 Raja-raja 4:30 (IMB) Tetapi ibu dari anak itu berkata, “Demi YAHWEH yang hidup dan demi hidupmu, aku tidak akan meninggalkan engkau. ” Lalu Elisa bangun dan berjalan mengikutinya.

2 Raja-raja 4:36-37 (IMB) Lalu Elisa memanggil Gehazi dan berkata, “Panggillah wanita Sunem itu! ” Ia memanggilnya, lalu wanita itu datang kepada Elisa. Berkatalah Elisa kepadanya, “Angkatlah anakmu! ” Kemudian ia masuk dan tersungkur di depan kaki Elisa, ia sujud dengan mukanya sampai ke tanah, lalu mengangkat anaknya keluar.

Bukan hanya sampai disitu, Tuhan YAHWEH juga memperhatikan dan menolong perempuan Sunem itu dan keluarganya pada masa kelaparan sehingga mereka tidak terkena dampak dari bencana itu, dan saat mereka kembali lagi ke negeri Israel setelah bencana kelaparan itu berlalu, Tuhan YAHWEH kembali menolong mereka dengan mengembalikan tanah mereka, rumah mereka dan semua yang mereka miliki yang sebelumnya telah mereka tinggal sementara waktu selama mereka diluar Israel, bahkan tidak hanya sampai disitu, Tuhan YAHWEH memberkati mereka dengan berlimpah-limpah, raja memerintahkan sida-sida istananya untuk mengembalikan semua hasil ladang itu selama 7 tahun sejak wanita itu pergi dan sampai dia kembali. Betapa Tuhan selalu menolong orang-orang bersandar, berharap dan mengandalkan-Nya. Dalam hal ini perempuan Sunem menerima mujizat demi mujizat yang luar biasa dari Tuhan.

2 Raja-raja 8:1-6 (IMB) Elisa berbicara kepada wanita Sunem yang anaknya telah ia bangkitkan itu, “Bangkitlah dan pergilah engkau dengan keluargamu. Kemudian tinggallah di mana saja engkau ingin menetap, karena YAHWEH telah mendatangkan kelaparan atas negeri ini selama tujuh tahun. ” Lalu wanita itu bangkit dan melakukan tepat seperti apa yang telah dikatakan oleh abdi Elohim itu. Ia dan keluarganya pergi untuk menetap di negeri orang Filistin selama tujuh tahun. Terjadilah pada akhir masa tujuh tahun, wanita itu pulang dari negeri orang Filistin, kemudian pergi mengadu kepada raja perihal rumah dan ladangnya. Raja berbicara kepada Gehazi, pelayan abdi Elohim itu, dengan mengatakan, “Ceritakanlah kepadaku semua perkara besar yang telah Elisa lakukan! ” Pada waktu Gehazi menceritakan bagaimana Elisa menghidupkan anak laki-laki yang sudah mati, maka tampaklah wanita yang anaknya telah dihidupkan itu berseru kepada raja tentang rumah dan ladangnya. Lalu Gehazi berkata, “Ya, tuanku, raja. Inilah wanita yang anaknya telah dihidupkan kembali oleh Elisa. ” Lalu raja bertanya kepada wanita itu, dan ia menceritakannya kepadanya. Kemudian raja menugaskan seorang sida-sida istana menyertainya dengan berkata, “Kembalikanlah semua yang ia miliki dan segala hasil ladang itu, sejak hari ia meninggalkan negeri ini sampai sekarang. “

Tidak ada ruginya sama sekali jika kita hidup bersandar, berharap dan mengandalkan Tuhan, karena Bapa tidak akan pernah mempermalukan anak-anak-Nya yang percaya kepada-Nya.

TUHAN YESUS MEMBERKATI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 + 4 =