PAULUS, PEMBUNUH YANG BERTOBAT DAN MENJADI RASUL

Paulus (Ibrani : Saulus) adalah Rasul dari YESUS Kristus, sebelumnya dia adalah orang Farisi yang sangat membenci ajaran YESUS Kristus dan berniat memusnahkannya, pertemuannya langsung dengan YESUS Kristus di jalan menuju Damaskus mengubah hidup dan pikirannya selamanya.

1. Kelahiran

Paulus (Ibrani : Saulus) lahir di Tarsus, Kilikia yang merupakan wilayah Turki tengah di bagian selatan, diperkirakan Paulus lahir pada tahun 3 Masehi. Dia lahir dalam sebuah keluarga Yahudi dari suku Benyamin. Dia juga memiliki kewarganegaraan Roma berdasarkan kelahirannya.

2. Tumbuh Menjadi Orang Farisi

Sejak kecil Paulus terdidik dengan keras dalam ajaran keagamaan Yahudi karena ayahnya adalah seorang Farisi. Pada masa mudanya dia hidup sebagai orang Farisi menurut mazhab (aliran) paling keras dari agama Yahudi.

3. Membunuh dan Menyiksa Jemaat Tuhan

Paulus sangat membenci murid-murid YESUS dan semua orang yang mempercayai YESUS sebagai Mesias, pada awalnya dia menyiksa, memenjarakan dan membunuh orang-orang yang percaya kepada YESUS, bahkan mengejar mereka dari kota ke kota untuk membinasakan mereka.

4. Pertobatan dan Pertemuan dengan YESUS 

Paulus dalam perjalanan menuju Damaskus dengan tujuan untuk membinasakan jemaat Tuhan disana yang memanggil Nama YESUS. Pada waktu perjalanan menuju ke Damsyik (Damaskus), YESUS Kristus menampakkan diri kepada Paulus dan memperkenalkan diri-Nya. Setelah kejadian itu Paulus menjadi buta selama tiga hari, lalu dia berdoa kepada YESUS, dan Ananias dari Damaskus diutus YESUS untuk datang mendoakan mata Paulus agar dia dapat melihat lagi. Setelah mata Paulus kembali bisa melihat, dia kemudian meminta diri dibaptis oleh Ananias dan menjadi percaya bahwa YESUS adalah Tuhan dan Mesias. 

5. Penginjilan Kepada Orang Yahudi

Setelah dibaptis, Paulus masih tinggal di Damaskus selama tiga hari, kemudian dalam suratnya kepada jemaat Tuhan di Galatia, Paulus mengatakan bahwa dia pergi ke tanah Arab untuk memberitakan injil disana, lalu setelah itu dia kembali lagi ke Damaskus dan melakukan penginjilan di Sinagoga-sinagoga kepada orang-orang Yahudi yang ada di Damaskus. Hal ini membuat orang-orang Yahudi sangat terkejut dan mulai membenci Paulus, mereka merencanakan pembunuhan terhadap Paulus, namun jemaat-jemaat Tuhan di kota itu berhasil menyelamatkan Paulus dan membuatnya keluar dari kota Damaskus dengan cara menurunkannya dari atas tembok kota dalam sebuah keranjang.

Setibanya di Yerusalem, Paulus berusaha menggabungkan dirinya dengan orang-orang percaya lain namun tidak ada yang percaya kepadanya bahwa dia sudah bertobat dan percaya YESUS, hanya Barnabas yang menerimanya dan kemudian membawanya kepada Rasul Yakobus dan Rasul Petrus di Yerusalem dan menceritakan bagaimana pertobatan Paulus terjadi, Paulus tetap bersama-sama dengan para rasul itu di Yerusalem, dia tinggal di rumah Rasul Petrus selama 15 hari dan memberitakan injil kepada orang-orang Yahudi dengan berani, tetapi orang-orang Yahudi berusaha membunuh Paulus, setelah hal itu diketahui oleh para anggota jemaat, mereka membawa Paulus ke Kaisarea dan dari situ membantu dia untuk pergi ke Tarsus.

6. Penginjilan Kepada Bangsa Non-Yahudi

Dalam kitab Kisah Para Rasul dan surat-surat Paulus, kita dapat melihat bagaimana pelayanan penginjilan rasul Paulus kepada bangsa-bangsa non Yahudi. Dia pergi dari satu kota ke kota lain untuk memberitakan injil kepada orang-orang non Yahudi, terutama kepada orang-orang Yunani dan orang-orang Romawi, sekalipun banyak hambatan dari orang-orang Yahudi sendiri yang tidak suka dengan pemberitaan injil yang dia beritakan.

7. Pengutusan Sebagai Rasul Bagi Bangsa-Bangsa Non-Yahudi

Rasul Paulus dalam suratnya menyebut dirinya diutus Tuhan sebagai rasul bagi bangsa-bangsa Non-Yahudi. Paulus menekankan bahwa keselamatan bukan hanya diberikan Tuhan kepada orang-orang Yahudi tetapi juga kepada segala bangsa yang percaya kepada YESUS. Awalnya pemberitaan Rasul Paulus ini mendapat perdebatan dari murid-murid YESUS yang merupakan keturunan Yahudi asli, karena mereka berpendapat bahwa bangsa-bangsa lain yang mau menjadi pengikut YESUS harus menjadi Yahudi terlebih dahulu barulah mereka sah disebut sebagai pengikut YESUS.

Rasul Petrus sempat berselisih dengan murid-murid yang lain perihal ini karena dia juga sama seperti Rasul Paulus, dia pernah memberitakan injil kepada Kornelius yang merupakan orang non Yahudi, tetapi tidak memaksa Kornelius dan seluruh keluarganya untuk menjadi Yahudi terlebih dahulu. Untuk itu para Rasul dan murid-murid mengadakan sidang yang terkenal dengan sebutan Konsili Yerusalem yang dipimpin oleh Yakobus dan Petrus dan menghasilkan keputusan seperti yang tertuang di dalam kitab Kisah Para Rasul berikut :

Kisah Para Rasul 15:19-21 (IMB) Sebab itu aku memutuskan untuk tidak menyulitkan orang-orang dari bangsa-bangsa bukan Yahudi yang berbalik kepada Elohim, tetapi kita tuliskan kepada mereka supaya menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari binatang yang mati tercekik, dan dari percabulan. Sebab, sejak dahulu, Kitab Musa diberitakan di setiap kota, dan sampai sekarang Kitab itu dibacakan di sinagoga-sinagoga pada setiap hari Sabat. “

Kisah Para Rasul 15:28-29 (IMB) Sebab Roh Kudus menganggap baik, begitu juga kami, bahwa kepada kamu jangan lagi ditanggungkan beban yang lebih berat daripada yang diperlukan ini: yaitu menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari binatang yang mati tercekik, dan dari percabulan. Jika kamu menjauhkan diri dari semua itu, maka kamu melakukan apa yang baik. Tetaplah kuat!”

Kisah Para Rasul 21:23-26 (IMB) Karena itu lakukanlah apa yang kami katakan kepadamu ini: Pada kami ada empat orang yang sedang bernazar. Bawalah mereka, tahirkanlah dirimu bersama mereka dan bayarlah biaya mereka agar mereka dapat mencukur rambutnya, supaya semua orang tahu bahwa hal-hal yang diceritakan kepada mereka tentang kamu adalah tidak benar, karena engkau sendiri berjalan sesuai aturan dan memelihara hukum Taurat. Namun mengenai bangsa-bangsa bukan Yahudi yang telah menjadi percaya, kepada mereka kami telah menuliskan keputusan kami, bahwa mereka tidak perlu menjalankan hal-hal seperti itu, tetapi cukuplah jika mereka menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati tercekik, dan dari percabulan.” Maka pada hari berikutnya Paulus membawa orang-orang itu dan menahirkan dirinya bersama mereka. Lalu ia masuk ke dalam Bait Suci untuk memastikan kapan selesainya hari-hari penahiran supaya persembahan dapat dipersembahkan demi mereka masing-masing.

Orang-orang percaya dari bangsa-bangsa lain tidak diharuskan menjadi Yahudi terlebih dahulu dan tidak diwajibkan mengikuti tradisi dan pantangan orang-orang Yahudi dan Paulus juga mendapatkan mandat untuk memberitakan injil ke daerah-daerah berbahasa Yunani.

8. Perjalanan Menuju Roma

Paulus dituduh sebagai pengacau oleh orang-orang yang tidak menyukainya, beberapa kali Paulus ditangkap dan tidak ada satupun yang bisa membuktikan Paulus bersalah dalam ajaran yang dia bawakan. Injil Kristus yang diberitakan Paulus sama sekali tidak menentang pemerintah Roma dan Kaisar Roma seperti yang dituduhkan para lawannya. Puncaknya saat Paulus pergi ke Yerusalem, orang-orang Yahudi mengepung Paulus di Bait Suci tetapi para tentara Romawi segera bertindak menyelamatkan Paulus dan membawanya ke Markas.

Singkat cerita Paulus dihadapkan kepada Sanhedrin dimana dia berhadapan dengan para imam-imam termasuk imam besar Ananias dan orang-orang Saduki, dan mereka juga tidak mendapati Paulus bersalah dalam ajarannya sehingga membuat pertengkaran besar antara orang-orang Yahudi karena hal itu, komandan tentara Romawi segera menyelamatkan Paulus dari kerumunan orang-orang Yahudi karena takut Paulus di bunuh oleh mereka. Paulus kemudian bertemu dengan gubernur Feliks, dan setelah Feliks diganti karena masa jabatannya berakhir, Paulus bertemu dengan Festus, dan diperhadapkan kepada raja Herodes Agripa. Paulus meminta banding kepada Kaisar Agustus. Sekalipun raja Herodes Agripa tidak mendapati ada kesalahan pada Paulus dan ingin melepaskannya. Naik banding ini membuat Paulus harus menemui Kaisar Agustus di Roma. 

9. Terdampar Di Pulau Malta

Rasul Paulus tidak sengaja terdampar di pulau Malta karena kapal yang ditumpanginya untuk pergi ke Roma diterjang dan dihantam oleh badai di laut. Kedatangan Paulus ke Malta disambut dengan baik oleh penduduk pulau Malta dan juga gubernur pulau itu yaitu Publius, ayah Publius terbaring sakit dan Paulus mendoakan serta menumpangkan tangan atasnya dan dia sembuh, para penduduk pulau Malta membawa orang-orang sakit kepada Paulus untuk di doakan dan mereka semua juga disembuhkan, sejak saat itu penduduk Malta menerima Kekristenan. 

Hingga kini penduduk Malta sangat menghormati Paulus karena pernah datang memberitakan Injil di pulau mereka, bahkan ada sebuah gereja di Malta yang diberi nama sesuai dengan nama Paulus.

10. Surat-surat Paulus

Sebagian besar kitab-kitab Perjanjian Baru berisi Surat-surat Paulus, dimulai dari Surat kepada jemaat di Roma sampai kepada Surat kepada Filemon. Rasul Paulus banyak menberikan nasehat-nasehat dan pengajaran kepada jemaat Tuhan dalam surat-suratnya.

11. Akhir Hidup Paulus

Menurut catatan tradisi, rasul Paulus meninggal di Roma pada tahun 64 Masehi, dia dihukum pancung pada masa pemerintahan kaisar Nero, karena Kaisar Nero membenci Kekristenan. Rasul Paulus dimakamkan di tempat yang saat ini disebut Basilika Santo Paulus.

Selain itu ada tulisan-tulisan orang-orang suci abad pertama yang menyebutkan tentang Rasul Paulus, diantaranya tulisan Paus Klemens I kepada orang-orang Korintus, surat yang dikirim oleh Ignatius kepada jemaat di Roma juga menyebutkan Paulus dalam tulisannya, surat yang ditulis oleh Polikarpus kepada jemaat Tuhan di Filipi juga menyebutkan mengenai Rasul Paulus dan tulisan kesaksian Polikarpus juga menuliskan tentang Rasul Paulus.

Referensi : 

  • Kitab Kisah Para Rasul
  • Surat Galatia
  • Surat Korintus
  • Akhir Hidup Para Rasul Berdasarkan Tradisi Kristen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

six + seventeen =