KASIH YANG MENUNTUN KEPADA KEBENARAN

(By : Anne Josephine Tanujaya – Tim Penulis Stand To Jesus)

1 Korintus 13 : 7 (IMB) “Kasih itu menutupi segala sesuatu, percaya akan segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, dan tabah menanggung segala sesuatu.”

Shalom saudaraku yang terkasih di dalam YESUS Kristus. Sudahkah kita bersyukur hari ini? Jikalau belum, mari bersyukurlah! Sebab dia Baik, bahwasannya untuk selamanya Kasih setia-Nya. Tetap bersyukurlah dalam segala hal ya! karena dengan bersyukur, itu merupakan suatu tindakan yang baik untuk kita supaya kita lebih mudah mensyukuri rahmat Tuhan yang sudah diberikan kepada kita.

Baik saudara, jikalau kita berbicara tentang KASIH. lalu apa yang terlintas dalam pikiranmu? Pasti setiap dari kita akan menjawab Kasih itu perintah, Kasih itu adalah pilihan, Kasih itu adalah tindakan, Kasih adalah komitmen. Kasih itu rela berkorban, Akan tetapi, bagaimana KASIH itu dipaparkan? Ada dalam Alkitab, “Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; Ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu” (1 Korintus 13:4-7 – ITB).

Kita diperintahkan untuk saling mengasihi satu sama lain, bukan? Ada dalam Alkitab, “Saudara-saudara yang kekasih, bukan perintah baru yang kutuliskan kepada kamu, melainkan perintah lama yang telah ada padamu dari mulanya. Perintah lama itu ialah firman yang telah kamu dengar. Namun perintah baru juga yang kutuliskan kepada kamu, telah ternyata benar di dalam Dia dan di dalam kamu; sebab kegelapan sedang lenyap dan terang yang benar telah bercahaya” (1 Yohanes 2:7-8 – ITB). Tentunya, jikalau kita bicara tentang KASIH itu akan ada banyak sekali. Tapi, topik pembahasan kali ini, kita hanya mau fokus , berbicara Kasih itu menutupi segala pelanggaran. Apa sih yang di maksud Kasih menutupi segala pelanggaran? Pasti setiap dari kita bertanya-tanya, bukan? seringkali kita mungkin berpikir Kasih menutup segala pelanggaran berarti Tuhan melindungi dosa-dosa kita. Tapi apakah benar perihal jawaban kita? tentu tidak saudaraku! Bagaimana bisa Tuhan menutupi segala semua dosa manusia? Yang harus kita tahu dan pahami bahwa Tuhan YESUS tidak melindungi dosa tetapi Ia melindungi “orang berdosa” terhadap sebuah pelangggaran yang dilakukan seseorang.

Yuk, melalui renungan ini kita belajar bersama-sama untuk memahami apa yang Tuhan YESUS ajarkan ke kita terkait tentang Kasih. Tahukah kamu, jikalau YESUS itu Maha Pengasih? YESUS pernah “melindungi” orang berdosa, tentunya demi kebaikan orang itu. Kemudian YESUS menuntun orang berdosa itu untuk meninggalkan dosanya dan membawanya pada kebenaran.

Jikalau kita baca dengan seksama dan merenungkan cerita tokoh Alkitab yang terambil dari Kitab Yoh 8:1-10, disitu sangat jelas sekali, apa yang Tuhan YESUS lakukan, ketika Tuhan mendapati wanita yang tertangkap basah berbuat zinah. Sungguh pilu, bukan? Tak bisa dibayangkan, betapa sakit dan kecewanya hati Tuhan melihat hal tersebut bisa terjadi. Tapi apakah setelah Tuhan melihat itu semua, Tuhan langsung meninggalkan wanita itu? Oh, tentu tidak saudaraku. Lalu apakah yang dilakukan YESUS saat itu?

Dalam Kitab Galatia 6:1, Paulus mengajarkan, kalau saudara kita berbuat pelanggaran, kita yang rohani menuntunnya kepada “kebenaran” bukan malah membongkar kesalahannya, seperti yang dilakukan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Ketika Tuhan YESUS menghindarkan seorang wanita dari hukuman rajam, bukan berarti ia melindungi dosa. Tuhan YESUS tidak melindungi dosa tetapi ia melindungi ” manusia berdosa”. Sikap ini merupakan upaya untuk menggagalkan rencana iblis membinasakan seseorang.

Nah, apa sih yang dimaksud dengan “Kebenaran”? Kebenarannya adalah bila kita menjumpai dan mengetahui seseorang berbuat dosa, maka kita yang lebih rohani harus membimbingnya ke dalam kebenaran. Sebab, Kasih itu menutupi pelanggaran, kasih itu sabar menanggung segala sesuatu. Hal ini termasuk melindungi nama baik suami, istri, teman pelayanan, sahabat, teman baik, dan orang yang kita kasihi. Seorang yang sungguh mengasihi orang lain, sering kali ia tidak memandang “kekurangan” dan “kelemahan” apapun terhadap orang yang dikasihinya, semuanya tertutup karena kasih. Seorang yang sungguh mengasihi orang lain, tidak akan membongkar kekurangan atau kesalahannya serta menceritakannya kepada orang lain. terlebih mempengaruhi orang lain untuk membenci orang yang kita benci juga. Sebaliknya, dengan kasih, ia menegur, memberi solusi, dan menuntunnya kepada kebenaran. Sama seperti YESUS yang menunjukkan kasih-Nya kepada “orang berdosa” demikianlah kita juga harus meneladani-Nya.

Setiap benih Firman yang kita terima dari Tuhan, bukan hanya untuk menuntun kita melainkan juga Firman akan mengajar/ mendidik kita, karena di musim yang baru banyak cara kita yang lama tidak bisa di pakai lagi. Cara supaya kita menanggalkan cara-cara yang lama dalam diri kita yaitu melalui didikan. Dan di jalan yang kita lalui banyak didikan yang kita terima supaya kita memiliki sikap hati yang benar dalam meresponi hal hal baru yang terjadi di dalam hidup kita.

Ya, Saya akui , memang tidak semua didikan itu menyenangkan, kadang didikan itu juga menimbulkan rasa sakit yang luar biasa, rasa sakit karena penanggalan demi penanggalan dari cara cara lama yang harus kita tanggalkan supaya kita selaras dengan Firman yang menuntun kita. Tetapi kita harus percaya waktu kita fokus kepada Tuhan dan cara-Nya menuntun kita maka sambil kita berjalan kita akan mengecap kasih setia-Nya. Di dalam jalan-Nya pasti ada rambu rambu atau ketetapan yang tidak bisa kita langgar, Dia mau supaya kita berjalan dalam ketaatan kepada ketetapan yang ada di jalan tersebut. Karena ketetapan tersebut yang akan mengarahkan kita kapan kita harus berjalan dan kapan kita harus berhenti, kapan kita harus belok ke kiri dan kekanan. Ketetapan ini akan membuat kita tidak bisa berjalan seenak nya sendiri, karena waktu kita memberontak dari ketetapan-Nya maka kita akan tergelincir. Tetapi waktu kita mau di mengikuti ketetapan-Nya dan di tuntun oleh kebenaran maka hari hari yang kita lalui kita akan mengalami kebaikan Tuhan disetiap waktunya , itulah yang saya juga alami. Bagimana saya dapat melihat merasakan sendiri , perjalanan Iman saya bersama dengan Tuhan begitu hebatnya. Pelbagai problema yang terjadi dalam hidup saya membuat saya jadi mengerti, bahwa peneguran serta didikan Tuhan itu baik buat saya. Sehingga setiap padang gurun yang harus kita lalui di jalan tersebut tidak akan membuat kita berhenti atau tergelincir melainkan kita akan melaluinya dengan sukacita dan ucapan syukur kepada Dia.

Karena itu percayalah, apapun yang sedang kita alami saat ini, kita tidak berjalan sendiri, melainkankan ada IMANUEL yang berarti

“TUHAN BESERTA KITA. “

Message from God :

” Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.” – Yesaya 43:18-19 (ITB).

JESUS bless you 🙌

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen − four =