ABIMELEKH : ANAK YANG TIDAK TERDIDIK DI DALAM TUHAN

(By : Dessy Maharani – Tim Penulis Stand To JESUS)

Hakim-hakim 8:30-31 (IMB) Tujuh puluh anak laki-laki dilahirkan bagi Gideon sebagai anak kandungnya karena ia punya banyak istri. Dan gundiknya yang tinggal di Sikhem melahirkan seorang anak laki-laki baginya, lalu ia memberinya nama Abimelekh.

Abimelekh adalah anak dari Gideon, bisa dikatakan dia adalah anak tidak sah dari Gideon sebab ibu Abimelekh adalah gundik dari Gideon. Jika kita membaca habis perikop di kitab Hakim-hakim yang berhubungan dengan Abimelekh, maka kita akan menemukan betapa Abimelekh adalah anak yang sangat tidak terdidik baik secara moral, perilaku, tutur kata dan yang paling mirisnya, Abimelekh adalah pribadi sangat tidak terdidik di dalam Tuhan. Berbeda jauh dengan tokoh lain di kitab Hakim-hakim yang bernama Yefta, yang sekalipun ibu kandungnya adalah perempuan sundal (pelacur), Yefta ternyata mengenal Tuhan dan tahu melakukan hal-hal yang baik.

Berbanding terbalik dengan sikap Abimelekh yang dapat membuat kita geleng-geleng kepala saat membaca sepak terjangnya. Abimelekh sangat fasik dalam perilakunya, bahkan dia tidak segan-segan membinasakan anggota keluarganya sendiri demi dapat menjadi raja dan memerintah di Sikhem kala itu.

Hakim-hakim 9:5 (IMB) Abimelekh pergi ke rumah ayahnya di Ofra, lalu membunuh saudara-saudaranya, anak-anak Yerubaal, tujuh puluh orang, di atas satu batu. Namun Yotam, anak bungsu Yerubaal, tinggal hidup karena ia telah menyembunyikan diri.

Kenapa sikap Abimelekh menjadi demikian buruk? Karena dia tidak pernah di didik ibunya di dalam Tuhan, bahkan saudara-saudara ibunya sendiri mendukung kejahatan Abimelekh, dan ini jelas memperparah sikap Abimelekh.

Hakim-hakim 9:3 (IMB) Lalu saudara-saudara ibunya mengatakan pesan Abimelekh ke telinga semua pemuka kota Sikhem, sehingga hati orang-orang itu pun condong kepada Abimelekh, karena mereka berkata “Memang ia saudara kita. ”

Itulah pentingnya anak mengenal Tuhan dan di didik di dalam Tuhan sejak dini. Jangan anggap anak terlalu kecil untuk mengenal Tuhan. Timotius salah satu tokoh di Perjanjian Baru malah mengenal Kitab Suci sejak masa kecilnya dan di didik dengan baik oleh, ibu, ayah dan neneknya di dalam Tuhan.

2 Timotius 3:15 (IMB) Sebab sejak masih kanak-kanak engkau sudah mengetahui Kitab Suci yang memberimu hikmat dan keselamatan oleh iman di dalam Kristus YESUS.

Anak yang tidak diajar untuk mengenal Tuhan sejak kecil tidak akan pernah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, jangan biarkan anak-anak anda tidak mengenal Tuhan, sendari dini ajarkan mereka Kitab Suci, ajarkan mereka mengenal Tuhan, ceritakan tentang YESUS Kristus kepada mereka, ajarkan mereka berdoa dan ajarkan mereka hal-hal baik, jangan pernah menunda hal-hal rohani bagi anak-anak anda, karena dasar keimanan yang dibangun sejak kecil akan membentuk karakternya menjadi manusia yang lebih baik saat dewasa kelak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten + two =