MENYADARI STATUS DAN JATI DIRI

By : Dessy Ariadna – Tim Penulis Stand To JESUS)

Galatia 4:7 (TB) “Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Tuhan.”

Saya menonton film tentang raja termasyur dalam sejarah India bernama Ashoka Samrat, sebelum menjadi seorang raja yang berkuasa dan melegenda diseluruh India. Ashoka Samrat lahir disebuah gubuk yang sederhana. Ibu kandungnya melahirkannya dalam keadaan penuh penderitaan sebab nyawanya dan Ashoka terancam karena diburu oleh panglima kerajaan yang tidak menyukai pernikahan raja Bindusara dan Subhadrangi. Akibatnya ibunda Ashoka terpaksa merahasiakan identitas ayah kandung Ashoka, sehingga membuat sang anak tidak menyadari statusnya sebagai seorang anak raja.

Akibat tidak menyadari statusnya sebagai seorang anak raja, dimasa remajanya ketika takdir membawanya begitu dekat kepada sang ayah yang dianggapnya sebagai majikannya (sebab Ashoka dan ibunya menjadi pelayan di istana). Ashoka kerap kali mendapatkan penghinaan dari banyak orang termasuk dari kakaknya sendiri pangeran Sushima. Ia sering kali dijuluki sebagai manusia hina, pelayan hina oleh anak-anak seusianya dan kerap kali mengalami tindak kekerasan. Dan tragisnya akibat ketidaktahuannya, ia menerima saja perlakuan dan penghinaan tersebut.

Namun, keadaan berubah total 180 derajat di saat Ashoka Samrat mengetahui fakta bahwa ia adalah anak kandung dari raja Bindusara dan pangeran dari kerajaan Maghada. Ia tidak lagi mau menerima penghinaan dari orang-orang yang menghinanya dan mengintimidasinya, justru dengan otoritas yang ia miliki sebagai seorang anak raja, ia berdiri dan melawan segala bentuk ketidakadilan, kejahatan dan musuh-musuh yang mencoba menghinanya dan mencoba menghancurkan kerajaan ayahnya. Dan hingga kini Ashoka dikenal sebagai raja yang paling masyur dalam sejarah India dikarenakan ia berhasil menyatukan seluruh India dibawah kekuasaannya.

Pelajaran yang dapat ditarik dari kisah sejarah raja India ini adalah ada banyak sekali anak-anak Tuhan dibumi ini yang tidak menyadari status mereka dan otoritas mereka sebagai anak Raja di atas segala raja. Sehingga membuat mereka kerap kali membiarkan iblis bermain-main dengan kehidupan mereka dan mendakwa mereka seperti yang terjadi pada Ashoka. Tragisnya banyak sekali anak-anak Tuhan yang pasrah, mau saja menerima dakwaan, cemoohan, penghakiman dari si iblis tanpa melakukan perlawanan seperti Ashoka yang pasrah saja dihina dan didakwa oleh musuh-musuhnya sebelum dia tau identitas aslinya.

Sadarilah status kita!!! Kita ini adalah anak Raja di atas segala raja, Tuhan sudah memberikan kepada kita otoritas dan kuasa untuk mengalahkan si jahat dan godaan-godaannya. Jangan mau lagi didakwa dan diintimidasi olehnya. Pergunakan otoritas yang anda miliki sebagai anak Raja untuk mengalahkan si jahat, seperti Ashoka yg mempergunakan otoritas yang ia miliki untuk mengalahkan semua musuh-musuh kerajaan. Firman Tuhan dalam Yakobus 4:7b (TB) berkata “dan lawanlah iblis, maka ia akan lari dari padamu.”

Tuhan YESUS memberkati🙏🙏🙏🙏🙏

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seven − four =