KESATUAN HATI MENDATANGKAN KUASA

(By : Nathanael Agung Surya Putra – Tim Penulis Stand To Jesus)

“Lihatlah alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara hidup bersama dalam kesatuan.” (Mazmur 133:1)

Ada pepatah yang mengatakan, “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.” Ungkapan ini menggambarkan betapa pentingnya persatuan atau kesatuan hati itu. Sesuatu akan berhasil apabila dikerjakan bersama-sama, suatu kelompok / kaum / bangsa akan menjadi kuat dan maju apabila tidak terpecah belah. Bible juga menegaskan ada keuntungan atau berkat jika ada kesatuan hati.

Mengapa kesatuan hati itu sangat penting dan bagaimana cara untuk mewujudkannya? Kesatuan hati memiliki nilai istimewa di penilaian Tuhan. Bagi Tuhan, kesatuan hati itu sesuatu yang baik dan sangat indah. Daud melukiskannya demikian: “Seperti minyak yang berharga di atas kepala, yang meleleh ke janggut, bahkan ke janggut Harun; yang mengalir ke leher jubahnya. Seperti embun Hermon yang turun ke atas pegunungan Sion, karena ke sanalah YAHWEH memerintahkan berkat, kehidupan sampai selama-lamanya.” (ayat 2-3). Jadi, kesatuan hati adalah sesuatu yang dapat mengerakkan hati Tuhan untuk memberikan apa yang kita minta. Dikatakan, “Lagi Aku berkata kepadamu, bahwa jika dua orang dari kamu di bumi sepakat mengenai apa pun, maka apa saja yang mereka minta akan dilakukan bagi mereka oleh Bapa-Ku yang di surga.” (Matius 18:19 – IMB).

Terlebih lagi jika kesatuan hati terjalin di antara anak-anak Tuhan atau sesama anggota tubuh Kristus, pasti akan mendatangkan kuasa yang dahsyat! Sebaliknya, pertikaian dan perselisihan di antara anak Tuhan hanya akan membuat iblis bersorak-sorai, karena pekerjaan iblis hanyalah untuk memecah-belah sehingga berkat Tuhan pun terhambat turun.

Bagaimana caranya supaya kita dapat bersatu? Kesatuan hati akan terwujud bila kita tidak melihat perbedaan yang ada. Setiap orang pasti memiliki perbedaan-perbedaan, baik dari segi fisik, sifat, hobi atau minat, pola pikir dan sebagainya. Namun perbedaan itu tidak boleh membuat kita merasa tidak memerlukan orang lain. Kita juga harus dapat melihat kesamaan-kesamaan yang ada. Di dalam Kristus kita adalah satu, “Satu Tuhan, satu iman, satu baptisan,” (Efesus 4:5 – IMB). Mari kita bangun kesatuan hati di antara orang-orang percaya dan jangan mau diperalat iblis!

“Karena itu, sekarang kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan sesama warga dengan orang-orang kudus dan anggota keluarga Elohim,” (Efesus 2:19 – IMB).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

11 + ten =