ANAK MEMBENCI ORANG TUA, PATUTKAH?

(By : Dessy Maharani – Tim Penulis Stand To Jesus)

Amsal 15:20 (IMB) Anak yang bijak membawa kegembiraan bagi ayahnya, tetapi orang yang bodoh memandang rendah ibunya.

Tidak ada orang tua yang sempurna di dunia ini. Setiap orang tua punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Orang tua bisa saja berbuat salah kepada anak-anaknya begitu pula sebaliknya.

Tapi apakah lantas anak pantas untuk membenci orang tuanya ketika orang tuanya berbuat kesalahan? Mungkin banyak diantara saudara yang kepahitan terhadap orang tua sendiri berkata : “ah orang tuaku sering marah sama aku, aku benci mereka”, “ah orang tuaku pilih kasih, mereka lebih sayang saudaraku yang lain”, dan sebagainya. Berbagai alasan bisa saja menjadi penyebab mengapa sampai ada anak-anak yang membenci orang tuanya.

Tetapi layakkah anak membenci orang tuanya? Sedangkan anak bisa ada di dunia ini karena ada orang tua yang mengandung dan melahirkan? Tidak ada anak yang lahir dan keluar dari dalam pohon, semua anak lahir dan keluar dari rahim seorang ibu, dan seorang anak bisa tumbuh dan berkembang karena ada seorang ibu yang merawatnya dan seorang ayah yang bekerja tanpa kenal lelah untuk memenuhi kebutuhan keluarga terutama sang anak.

Yang patut di ingat adalah apapun yang anak berikan kepada kedua orang tuanya tidak akan pernah mampu menggantikan semua kasih sayang dan pengorbanan yang telah mereka berikan. Orang tua bisa saja salah, karena mereka hanyalah manusia dan bukan Tuhan. Tetapi sebagai anak tidaklah pantas bagi saudara untuk membenci orang tua sendiri. Karena pengorbanan kedua orang tuamu bagimu tidak akan pernah bisa kamu bayar dengan apapun juga.

Ketika anak berbuat kesalahan, orang tua selalu punya pengampunan bagi anak-anaknya, lalu kenapa saat orang tua berbuat kesalahan anak-anak tidak punya pengampunan yang sama bagi orang tuanya? Renungkanlah ini.

Efesus 6:2-3 (IMB) Hormatilah ayah dan ibumu, itu merupakan perintah pertama disertai janji: bahwa kamu akan menjadi baik dan berumur panjang di atas bumi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen − 11 =