STEFANUS, PENGINJIL YANG SETIA

Stefanus adalah penginjil abad pertama dan salah satu dari ketujuh diaken yang dipilih para rasul untuk melayani jemaat mula-mula di Yerusalem.

1. Kelahiran

Menurut tradisi Kristen, Stefanus lahir di Yudea pada abad pertama, dia adalah orang Yahudi.

2. Dipilih Menjadi Diaken Oleh Para Rasul

Stefanus bersama tujuh orang lainnya dipilih oleh para rasul menjadi diaken jemaat mula-mula untuk melayani urusan pastoral gereja.

Kisah Para Rasul 6:3-6 (IMB) Oleh sebab itu saudara-saudara, carilah dari antara kamu tujuh pria yang terkenal baik, penuh Roh Kudus dan hikmat, yang akan kami tunjuk untuk tugas ini. Sedangkan kami sendiri akan terus bertekun dalam doa dan pelayanan firman. ” Usul itu disepakati oleh jemaat, dan mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, dan Prokorus, dan Nikanor, dan Timon, dan Parmenas, dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia: Mereka dibawa ke hadapan para rasul yang kemudian berdoa dan menumpangkan tangan atas mereka.

3. Stefanus Memberitakan Injil Kepada Orang-Orang Yahudi di Yerusalem

Stefanus memberitakan injil kepada orang-orang Yahudi di Yerusalem bahkan dia menjawab semua pertanyaan mereka dan mereka tidak mampu melawan hikmat Roh Kudus yang ada pada diri Stefanus.

Kisah Para Rasul 6:7-10 (IMB) Firman Elohim makin tersebar dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak, bahkan sejumlah imam pun menyerahkan diri dan menjadi percaya. Adapun Stefanus, yang penuh iman dan kuasa, membuat keajaiban-keajaiban dan tanda mujizat di tengah orang banyak. Bangkitlah beberapa orang dari sinagoga kaum Libertini, orang-orang Kirene, orang-orang Aleksandria, orang-orang Kilikia dan Asia, berdebat dengan Stefanus. Namun, mereka tidak mampu melawan hikmatnya dan Roh yang menuntunnya berbicara.

4. Stefanus Difitnah

Orang-orang yang kalah berdebat dengan Stefanus marah dan memfitnah dia supaya massa menyerang Stefanus.

Kisah Para Rasul 6:11 (IMB) Lalu, mereka menghasut orang-orang dengan mengatakan, “Kami telah mendengar dia mengucapkan kata-kata hujatan terhadap Musa dan Elohim. “

5. Stefanus Ditangkap dan Diadili

Massa menangkap Stefanus dan mengiringnya ke Sandhedrin untuk diadili karena memberitakan tentang YESUS. Mereka memfitnah Stefanus dengan tuduhan-tuduhan palsu.

Kisah Para Rasul 6:12-15 (IMB) Mereka menggerakkan massa, para tua-tua dan para ahli Taurat, lalu mendatangi dia, menangkapnya, dan menyeretnya ke Sanhedrin. Dan mereka menghadirkan saksi-saksi palsu yang mengatakan: “Orang ini tidak henti-hentinya mengucapkan kata-kata hujatan terhadap Tempat Kudus ini dan hukum Taurat. Sebab, kami telah mendengar ketika ia berkata bahwa YESUS orang Nazareth itu akan menghancurkan tempat ini dan akan mengubah kebiasaan yang telah diwariskan Musa kepada kita. ” Ketika memandang kepadanya, semua orang yang duduk dalam Sanhedrin itu melihat wajahnya seperti wajah malaikat.

6. Akhir Hidup Stefanus 

Kisah Para Rasul 7:57-60 (IMB) Maka sambil berteriak dan menutup telinga, mereka serentak menyerbu dia. Mereka mengusirnya keluar dari kota, lalu melemparinya dengan batu. Para saksi meletakkan jubah mereka di samping kaki seorang pemuda yang disebut Saulus. Selagi mereka terus merajamnya, berserulah Stefanus, “Ya Tuhan YESUS, terimalah rohku! ” Sambil berlutut, ia berseru dengan suara nyaring, “Ya TUHAN, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka! ” Setelah mengatakan itu, ia pun mati.

Kisah Para Rasul 8:1-2 (IMB) Saulus pun menyetujui pembunuhan terhadap Stefanus. Pada waktu itu terjadilah penganiayaan besar atas jemaat di Yerusalem. Mereka semua, kecuali para rasul, tercerai-berai ke seluruh daerah Yudea dan Samaria. Orang-orang saleh menguburkan Stefanus, dan mereka meratapinya.

Referensi :

  • Kitab Kisah Para Rasul
  • Para Penginjil Abad Pertama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

14 + 12 =