SEBUAH MODEL DOA

Terjemahan Kitab Suci yang digunakan dalam halaman ini adalah Indonesian Modern Bible (IMB)

PASAL 6 : MATIUS 6:9-24 (IMB)

(9) “Karena itu, hendaklah kamu berdoa demikian: Bapa kami yang di surga, dikuduskanlah Nama-Mu,

(10) datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga.

(11) Berikanlah kepada kami makanan kami hari ini,

(12) dan ampunilah kesalahan-kesalahan kami, sebagaimana kami juga mengampuni orang-orang yang bersalah kepada kami.

(13) Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari yang jahat; karena Engkaulah pemilik kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selamanya. Amin.

(14) Sebab jika kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga juga akan mengampunimu.

(15) Namun, jika kamu tidak mengampuni kesalahan orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”

BAGAIMANA BERPUASA

(16) “Apabila kamu berpuasa, janganlah menjadi muram seperti orang-orang munafik; mereka mengubah air mukanya di hadapan orang supaya terlihat bahwa mereka sedang berpuasa. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Mereka telah menerima upahnya.

(17) Tetapi apabila kamu berpuasa, minyakilah kepalamu dan basuhlah wajahmu,

(18) supaya jangan terlihat oleh manusia bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi, dan Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalas kepadamu secara terbuka.”

TUHAN DAN HARTA

(19) “Janganlah menimbun bagimu harta di bumi, karena di bumi ngengat dan karat merusaknya dan pencuri membobol dan mencurinya.

(19) Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di surga, karena di surga baik ngengat maupun karat tidak dapat merusaknya dan pencuri tidak dapat membobol maupun mencurinya,

(21) karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.

(22) Mata adalah pelita tubuh; karena itu, jika matamu baik, maka seluruh tubuhmu akan menjadi terang;

(23) tetapi jika matamu jahat, maka seluruh tubuhmu akan menjadi gelap. Jadi, jika terang yang ada di dalam dirimu menjadi gelap, alangkah gelapnya kegelapan itu.

(24) Tidak seorang pun sanggup mengabdi kepada dua tuan, karena ia akan membenci yang satu dan mengasihi yang lain, atau ia akan mematuhi yang satu dan mengabaikan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Elohim dan kepada Mamon.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 − fifteen =