ORANG BENAR : BERCAHAYA SEPERTI BINTANG

(By : Nathanael Agung Surya Putra – Tim Penulis Stand To Jesus)

Daniel 12:3 (IMB) Lalu orang-orang bijaksana akan bercahaya bagaikan cahaya cakrawala. Mereka yang menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang selama-lamanya.

Menjadi seorang bintang adalah dambaan setiap orang di dunia ini. Orang berduyun-duyun mengikuti ajang kompetisi pencarian bakat yang diadakan oleh stasiun televisi swasta, seperti Indonesian Idol, KDI (Kontes Dangdut Indonesia), The Voice Indonesia dan sebagainya, dengan tujuan ingin menjadi bintang terkenal. Menurut pemahaman orang kebanyakan, seorang bintang adalah orang yang hebat, memiliki prestasi luar biasa, dikagumi oleh banyak orang, sukses atau orang yang terkenal/populer.

Secara umum definisi seorang bintang adalah orang terbaik di suatu bidang tertentu. Bagaimana arti seorang bintang di pemandangan mata Tuhan? Ayat nas menyatakan: “Lalu orang-orang bijaksana akan bercahaya bagaikan cahaya cakrawala. Mereka yang menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang selama-lamanya.”

Jadi, orang dapat dikatakan seperti “bintang” apabila ia berhasil dalam menjalankan panggilan hidupnya sesuai dengan yang ditentukan oleh Tuhan, yaitu bekerja dan menghasilkan buah.
Karena itu rasul Paulus menasihati, “Kerjakanlah segala sesuatu tanpa keluhan dan perdebatan, agar kamu tidak bercela dan tidak tercemar, sebagai anak-anak Elohim yang tanpa salah di tengah generasi yang tidak jujur dan sesat, sehingga kamu bersinar di antara mereka seperti bintang di dunia.”(Filipi 2:14-15 – IMB).

Seseorang dapat dikatakan sebagai bintang di mata Tuhan adalah ketika mereka berani hidup “berbeda” dari dunia. Daniel, sekalipun hidup di tengah-tengah suatu bangsa yang menyembah kepada berhala, ia tidak terbawa arus. Ia tetap mampu menjaga hidupnya berkenan kepada Tuhan sehingga kehidupan Daniel pun menjadi berkat bagi banyak orang. Rasul Paulus tampil sebagai bintang di mata Tuhan karena punya komitmen: “Jika aku hidup secara jasmani, itu berarti menghasilkan buah dari pekerjaanku; lalu apa yang akan kupilih, aku tidak tahu.” (Filipi 1:22 – IMB), dan ia pun mampu menyelesaikan panggilan hidupnya sampai garis akhir.

Sekarang bagaimana dengan saudara? Maukah menjadi bintang dimata Tuhan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 − 4 =