(Sharing dan Kesaksian by Louis Steven – Member Stand To Jesus Community)
Kondisi ekonomi kebanyakan orang saat ini sedang berada di ujung tanduk. Termasuk keadaan saya. Saya begitu sedih sebab semenjak papa saya di panggil Tuhan berpulang, saya belum diterima kerja dimanapun.
Semakin hari saya semakin kecewa dengan kondisi saya, setiap mau masak nasi beras semakin berkurang, telur mulai habis dan minyak goreng tersisa 1/2 liter. Melihat kondisi yang mencemaskan ini hanya beriman bahwa Tuhan akan mencukupkan saya.
1 hari ada family datang mengirimkan beras 1 sak 5 kilo dan telur 1 kilo, saya sangat bersyukur. Tak lama waktu berselang, ada orang mengirimkan telur 1 kilo dan minyak goreng 2 liter. Saya sangat senang karena kebutuhan pokok sehari-hari masih cukup sampai dengan hari ini.
Kondisi serupa pernah dialami secara nyata oleh seorang janda yang di dalam Alkitab tidak disebutkan namanya.
Ini merupakan cerita dari ribuan tahun yg lalu. Dimana Tidak ada Hujan hingga terjadi kekeringan ekstrem dan kelaparan yang dahsyat melanda sebuah wilayah di daerah timur tengah.
Ada seorang hamba Tuhan yg di utus untuk mengasingkan diri di dekat sungai. Setelah beberapa tahun berlalu dan sungai itu akhirnya menjadi kering. Lalu Tuhan kembali mengutus orang itu untuk pergi kesebuah tempat. Yang mana hari ini dikenal sebagai Lebanon.
Sesampainya orang itu di pintu gerbang ia melihat seorang janda sedang mengumpulkan kayu. Hamba Tuhan itu minta sedikit air kepada perempuan itu. Saat perempuan itu sedang berjalan untuk mengambil air. Orang itu berteriak, juga minta sepotong roti untuk dimakan.
Perempuan itu hanya tinggal berdua dengan anknya, dan suaminya sudah tiada. Perempuan itu menyampaikan kalau dia hanya memiliki segenggam tepung dalam guci dan sedikit minyak zaitun dalam kendi. Yang sedang di lakukannya adalah mengumpulkan kayu bakar untuk memasak. Sebab Itu adalah hal terakhir yang sedang ia perjuangkan. Saat makanan itu habis, habis pula kesempatan mereka untuk hidup.
Tapi hamba Tuhan itu bilang “Jangan kuatir” pulanglah buatlah roti kecil saja berikan padaku. Sisanya untuk kamu dan anakmu. Ia juga menubuatkan bahwa tepung dan minyak yang janda itu miliki tidak akan habis sampai turun hujan.
Perempuan itu akhirnya pulang dan melakukan seperti apa yang hamba Tuhan itu sampaikan. Baiklah kita tahu bahwa ini adalah cerita Elia dan janda di sarfat.
Faktanya
adalah
:
Janda
itu,
anaknya,
dan
nabi
Elia
tetap
punya
makanan
untuk
beberapa
hari.
Tetapi
sangat
menyedihkan
anak
janda
itu
tetap
mati.
Karena
sakit
parah!
Dengan kondisi itu janda ini hancur hati tetapi apakah kalian tahu? Saat Elia berdoa dengan sungguh-sungguh semakin bersungguh-sungguh. Dan akhirnya anak yang sudah mati itu hidup kembali.
Janda
ini
begitu
putus
asa,
bertahan
seorang
diri,
dan
keliatannya
anaknya
memang
sejak
awal
sudah
sakit
keras.
Begitu
miskin
dan
menderita.
Tidak
hanya
secara
batin
menderita
pula
karena
bencana
yang
terjadi
karena
ke
murtadan
seseorang
raja
Israel
yang
bernama
Ahab
(Raja
itu
melakukan
hal
yang
tercela
dan
membuat
Tuhan
sakit
Hati)
YAHWEH mengklaim dalam Lukas 4:25-26 : Yang intinya banyak janda yang menderita, tetapi Elia hanya di utus ke pada 1 orang yakni janda di sarfat dalam 1Raja-raja 17.
Janda ini merupakan orang yang tidak percaya kepada Tuhan yang disembah orang Israel. Tapi setelah melihat berkat yang ia terima dan anaknya yang mati hidup kembali. Janda ini akhirnya percaya bahwa Tuhan itu ada.
Melalui masalah, Tuhan menunjukan Kuasanya untuk menolong. Melalui kasih Nya Tuhan memeluk umat-Nya yang dicintai-Nya.
Yang
bisa
kita
pelajari
hari
ini
adalah
:
Percaya
dan
mengandalkan
Tuhan.
Di
dalam
iman
sabar
menantikan
pertolongan
dari
Tuhan
dan
tekun
memelihara
Firman-Nya.
1
Tesalonika
5:18
Immanuel❤️