CERDIK DAN TULUS, BUKAN POLOS

(By : Anne Josephine Tanujaya – Tim Penulis Stand To JESUS)

Matius 10:16 (IMB) “Lihatlah, Aku mengutus kamu seperti domba di tengah-tengah serigala. Karena itu jadilah cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.

Cerdik dan tulus itulah yang Tuhan inginkan dari anak-anak-Nya, tetapi seringkali kebanyakan anak-anak Tuhan, bukannya menjadi cerdik dan tulus malah mereka menjadi pribadi yang polos sehingga membuat orang-orang lain gampang memanfaatkan mereka.

Saya ambil contoh ada salah satu member di komunitas kami Stand To Jesus, yang tidak bisa saya sebutkan namanya, dia berkali-kali dimanfaatkan oleh orang-orang yang menyebut diri mereka sebagai “teman”. Namun sering meminjam uang kepadanya dan tidak dibayar, dan dia sendiri risih dengan perilaku orang-orang itu tetapi dia tidak nyaman untuk menegur mereka karena mereka adalah temannya.

Saya pun memberi pengertian kepadanya bahwa teman yang sesungguhnya tidak akan memperlakukan temannya demikan, apalagi memanfaatkan orang yang katanya teman demi kepentingan pribadi, jelas disini ada yang salah. Saya pun menasehatinya untuk berani tegas dan menjauhi orang-orang demikian, agar dia tidak terus terjebak dalam lingkaran pertemanan yang toxic.

Saya pribadi tidak pernah mau meminjamkan uang kepada teman-teman saya, karena mereka punya keluarga besar, jadi biarkan mereka meminta bantuan keuangan kepada keluarga besar mereka, jangan kepada orang luar yang hanya sebatas teman dan bukan keluarga, karena hutang piutang pada umumnya bisa merusak hubungan pertemanan jika pihak yang diberi pinjaman gagal membayar atau malah menolak untuk membayar.

Jangan menjadi orang polos yang mudah di manfaatkan orang lain, tetapi jadilah orang cerdik dan tulus yang tidak bisa dimanfaatkan oleh siapapun, orang cerdik pasti pintar menjaga hubungannya dengan orang lain. Orang tulus tidak pernah memanfaatkan orang lain, orang cerdik pasti menjauhi orang-orang toxic dalam pergaulan (yang hobby pinjam uang, pengossip, orang kepo yang selalu ingin tau kehidupan pribadi orang lain, dan sebagainya) dan hanya memilih orang-orang berkualitas tinggi sebagai teman-temannya. Jadilah anak Tuhan yang cerdik dan tulus, bukan polos.

God bless you!!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen − 7 =