PALMYRA ATOLL DAN PARA PENDOA SYAFAAT YANG BERDOA DI SANA

Palmyra Atoll adalah sebuah kepulauan Atol milik Amerika Serikat yang berada ditengah Samudera Pasifik di wilayah Oceania, pulau ini sejak dulu dianggap aneh oleh para militer Amerika Serikat, pasalnya setiap orang yang datang ke pulau ini, tiba-tiba saja mengalami stress dan depresi yang tidak diketahui sebabnya saat baru saja menginjakkan kaki di wilayah ini.

Pulau ini dulunya dianggap pulau hantu oleh para militer Amerika Serikat karena terasa ada hawa yang aneh saat memasuki wilayah ini, kesaksian dari orang-orang yang pernah datang ke Palmyra Atoll mengatakan, ada perasaan depresi, stress yang mendadak saat memasuki wilayah ini, bahkan ada keinginan bunuh diri yang kuat saat berada di wilayah ini. Hal ini membuat orang-orang yang pernah mengunjunginya percaya bahwa Palmyra Atoll adalah kepulauan yang terkutuk dan dihuni oleh roh-roh jahat yang tidak suka ada manusia yang datang ke wilayah ini.

Palmyra Atoll sendiri adalah kepulauan kosong tidak berpenghuni, tidak ada penduduk asli sama sekali ketika pulau ini ditemukan pertama kali oleh pelaut Amerika Serikat Edmund Fanning pada tahun 1798. Sejak awal ditemukannya wilayah ini memang tercatat aneh, ada banyak kapal-kapal yang karam di wilayah ini, bahkan para awal kapal yang berhasil menyelamatkan diri dan terdampar di pulau ini juga tidak tahan tinggal di pulau ini, dan kebanyakan berusaha melarikan diri karena perasaan depresi dan stress aneh yang mereka rasakan saat berada di Palmyra Atoll.

Selama beberapa dekade juga tercatat ada beberapa pesawat yang hilang saat melewati wilayah ini dan tidak terlacak sama sekali. Seringkali para pelaut yang datang ke wilayah ini bertengkar satu sama lain, bahkan ada yang bunuh diri karena mendadak menerima serangan stress dan depresi, kejadian tidak mengenakkan lain di Palmyra Atoll adalah adanya para pelaut dan nelayan yang saling bunuh membunuh saat berada di lokasi ini, tidak pernah ada orang yang tahan berlama-lama di wilayah Palmyra Atoll, itulah sebabnya kepulauan ini tidak memiliki penduduk pribumi.

Karena serangkaian kejadian aneh yang sering terjadi di wilayah Palmyra Atoll, pemerintah Amerika Serikat melarang sembarangan orang untuk datang ke pulau ini tanpa izin, mengingat bahwa sudah terlalu banyak kejadian aneh terjadi di pulau ini.

Kiribati yang merupakan negara terdekat dari wilayah kepulauan Palmyra Atoll sendiri memiliki cerita yang sama dari para penduduknya, dimana pelaut dan nelayan Kiribati sudah sejak ratusan tahun selalu menghindari area Palmyra Atoll, para penduduk Kiribati menceritakan ada yang aneh dengan kepulauan itu, karena tempat itu membuat orang-orang yang mengunjunginya menjadi depresi, stress dan marah tanpa alasan yang jelas.

Pada tahun 1995 semuanya berubah sejak, sekelompok anggota militer berjumlah 10 orang mendarat di kepulauan ini, Robeth Darwin salah satu anggota militer bersaksi bahwa dia dan teman-temannya merasakan ada sesuatu yang aneh dan janggal dengan wilayah Palmyra Atoll saat datang pertama kali, setelah diskusi dengan para anggota lain, mereka semua sepakat untuk menaikan doa syafaat di pulau itu, Robeth Darwin berkata tampaknya hal ini bukan kebetulan karena semua anggota timnya yang datang ke wilayah itu adalah orang-orang Kristen yang taat. Mereka berdoa sambil menyusuri pantai Palmyra, selama tiga hari berada disana, mereka terus menaikan doa syafaat di tempat itu dan menyerahkan tempat itu kepada Tuhan untuk dikuduskan. Robeth Darwin dan seluruh anggota militernya kembali dengan selamat dari Palmyra Atoll tanpa ada masalah apapun. Sebelum meninggalkan kepulauan Palmyra Atoll, Robeth Darwin dan teman-temannya mengatakan tempat itu sudah tidak lagi terasa aneh seperti saat mereka baru pertama kali datang, malah mereka merasakan ada damai di pulau itu.

Lima tahun kemudian pada tahun 2000, Palmyra Atoll dibuka sebagai tempat penelitian karena wilayah itu dijadikan tempat konservasi. Sekelompok kecil staf dan ilmuwan sementara dari pemerintah AS dan The Nature Conservancy tinggal sementara disana. Dan sampai saat ini tidak pernah ada masalah pada ilmuwan-ilmuwan itu, mereka tinggal dengan aman di Palmyra Atoll bahkan ada beberapa peneliti yang membagikan kegiatan mereka dan foto-foto mereka di Palmyra Atoll melalui blog dan media sosial. Palmyra Atoll sekarang sudah menjadi tempat yang aman dan tidak lagi aneh seperti dulu.

Sumber :

  • The Story of Palmyra Atoll
  • Robert Darwin Testimony

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × 3 =