ORANG SOMBONG TIDAK AKAN PERNAH BISA MELAYANI

(By : Dessy Maharani – Tim Penulis Stand To Jesus)

1 Samuel 2:3 (IMB) Janganlah membual dengan perkataan sombong, dan janganlah keangkuhan keluar dari mulutmu; karena YAHWEH Dialah Elohim Yang Mahatahu, dan oleh Dia perbuatan-perbuatan ditimbang.

Orang sombong hanya fokus kepada dirinya saja, orang sombong anti melayani orang lain, orang sombong selalu ingin dilayani dan bukan melayani, orang sombong haus akan pujian.

Bagaimana jika orang sombong masuk ke dalam pelayanan? Yang jadi pertanyaan apa motiviasinya melayani? Pahamkah dia apa arti dari melayani? Pahamkah dia kalau dalam pelayanan bukan kata “aku” yang utama tetapi hanya Tuhan saja dan sesama?

Orang sombong tidak akan pernah bisa melayani Tuhan apalagi orang lain. Pelayanan berfokus hanya untuk kemuliaan Tuhan dan menjangkau jiwa-jiwa. Orang sombong tidak akan pernah memahami hal itu. Sebab dia hanya fokus kepada dirinya sendiri dan haus pujian orang lain.

Ketika orang sombong masuk ke dalam pelayanan, fokusnya hanya supaya dilihat orang lain dan mendapatkan pujian, dan mereka bangga akan hal itu. Itulah yang dikejar oleh orang sombong. Mereka tidak peduli dengan Tuhan dan jiwa-jiwa, hanya peduli pada diri mereka saja.

Orang sombong pasti akan pilih-pilih dalam melayani, dia tidak akan pernah mau melayani orang yang bukan siapa-siapa, dia hanya ingin melayani orang-orang yang dianggap terpandang.

Orang sombong tidak akan pernah diangkat naik, orang sombong pasti jatuh pada waktunya. Jauhilah sikap sombong dalam pelayanan, jangan merasa diri lebih hebat dari orang lain, karena tidak ada faedahnya, hanya Tuhan saja yang layak terima segala pujian dan hormat !!!

Mazmur 75:5-8 (IMB) Aku berkata kepada orang yang sombong, “Janganlah sombong,” dan kepada orang fasik, “Janganlah meninggikan tanduk.” Janganlah mengangkat tandukmu tinggi-tinggi, janganlah berbicara dengan bersitegang leher. Sebab kemuliaan itu bukanlah berasal dari timur, atau dari barat, ataupun dari padang gurun. Namun Elohim adalah hakim; Dia merendahkan yang satu tetapi meninggikan yang lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen − 14 =