MENJADI SAHABAT YANG BAIK

(By : Anne Josephine Tanujaya – Tim Penulis Stand To Jesus)

Amsal 17:17 (IMB) Seorang sahabat mengasihi setiap saat, seorang saudara dilahirkan untuk masa kesukaran.

Pernah mendengar lirik lagu ini “Persahabatan bagai kepompong, merubah ulat menjadi kupu-kupu”. Tentunya kita semua pasti pernah mendengar sepenggal lirik lagu itu. Persahabatan tidak pernah lepas dari kehidupan sehari-hari setiap kita, setiap orang pasti memiliki setidaknya seorang sahabat yang begitu dekat dan sudah seperti seorang saudara.

Sahabat yang baik pasti care dan peduli kepada kita saat kita sedang terpuruk dan ada masalah, sahabat yang baik pasti selalu mendukung kita dalam kebenaran dan menegur kita dengan kasih saat kita melakukan sebuah kesalahan dengan harapan kita kembali ke arah yang benar. Sahabat yang baik pasti menjaga semua rahasia kita dan tidak akan membeberkannya kepada orang lain. Sahabat yang baik pasti berempati saat kita sedang bersedih dan akan ikut bahagia saat kita juga merasa bahagia. Sahabat yang baik pasti selalu memberi telinganya untuk mendengarkan kita dan tidak akan pernah mengabaikan kita.

Contoh persahabatan yang luar biasa dalam Alkitab dapat kita lihat dalam kehidupan Yonatan dan Daud, Husai dan Daud. Dimana kesetiaan satu sama lain sangat teruji sekalipun dalam masalah. Yonatan tetap setia kepada Daud sekalipun ayahnya Saul sangat membenci Daud. Husai tetap setia kepada Daud sekalipun Daud tengah terpuruk akibat dikhianati oleh anaknya sendiri Absalom. Kesetiaan Yonatan terbukti saat dia membiarkan Daud lolos dari ayahnya sendiri Saul yang berniat membunuh Daud (1 Samuel 20:1-42). Kesetiaan Husai terbukti saat dia tetap mendukung dan memihak Daud sekalipun Daud telah terusir dari kerajaannya sendiri oleh anaknya Absalom. Bahkan nasihat Husai sendirilah yang menjadi penyebab kejatuhan Absalom dan kematiannya pada akhirnya (2 Samuel 17:5-16, 2 Samuel 18:9-15).

So, dari contoh-contoh dalam Alkitab sendiri kita bisa melihat seperti apa nilai-nilai murni sebuah persahabatan yang Tuhan inginkan. Sahabat sejati tidak mungkin saling menusuk dari belakang, sahabat sejati saling mendukung dalam keadaan apapun, sahabat sejati saling menasehati, sahabat sejati susah senang pasti bersama, sahabat sejati saling menjaga rahasia, sahabat sejati tidak saling menjelekkan kekurangan sahabatnya.

So, sudahkah kita semua menjadi sahabat yang baik seperti yang Tuhan inginkan dan Alkitab ajarkan?

God bless you ♥️♥️♥️

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × 1 =