KESAKSIAN RAJESH, MISIONARIS INDIA YANG MENYELAMATKAN 25 GADIS DARI TRADISI PERNIKAHAN ANAK

India adalah negara yang terkenal dengan banyak tradisi, namun ada beberapa tradisi India yang dianggap tidak wajar oleh masyarakat Internasional, diantaranya adalah tradisi pernikahan anak dibawah umur, tradisi penjualan anak sebagai budak, tradisi pelepasan cincin hidung dimana anak perempuan dijual sejak masih bayi untuk menjadi gundik dari orang yang membelinya saat nanti berusia 18 tahun, dan banyak lagi.

Rajesh David adalah misionaris Kristen asal India yang sejak lama sudah menentang tradisi-tradisi semacam itu. Sejak tahun 1999-2015 sebanyak 25 anak perempuan berhasil Rajesh David selamatkan dari tradisi pernikahan anak dibawah umur. Dan ini bukan perkara main-main, Rajesh David bersaksi kerap kali nyawanya menjadi taruhan saat dirinya dan para rekan tim pelayanannya membawa kabur anak-anak perempuan secara diam-diam dari ritual penikahan.

Anak-anak perempuan yang berhasil dia dan rekan-rekannya sepelayanannya selamatkan, ditempatkan di sekolah-sekolah Kristen di kota-kota lain yang jauh dari wilayah anak-anak itu berasal, tujuannya agar keluarga mereka dan orang-orang yang telah dijodohkan dengan anak-anak itu tidak bisa menemukan jejak keberadaan mereka.

Rajesh David merasa kasihan dengan anak-anak perempuan yang menjadi korban dari perjodohan anak dibawah umur, Rajesh David menuturkan seharusnya anak-anak seusia itu bersekolah dan dibiarkan untuk mengapai impian mereka, bukannya malah merusak hidup mereka dan masa depan mereka dengan menikahkan mereka sejak dini.

Misi Rajesh David dan tim sepelayanannya untuk membebaskan anak-anak perempuan dibawah umur banyak ditentang oleh masyarakat, dan kerap kali nyawa mereka terancam, saat ini Rajesh David tinggal di Thailand, karena sejak 2015 dia mendapatkan banyak ancaman penganiayaan terhadap dirinya dan keluarganya, juga rekan-rekan pelayanannya karena aksi mereka.

Tidak semua anak perempuan berhasil Rajesh David dan timnya selamatkan, mereka kerap kali harus merelakan anak-anak yang mereka tidak bisa selamatkan untuk menjalani ritual pernikahan. Hingga kini Rajesh David dan tim pelayanannya terus bergumul dalam doa agar tradisi-tradisi semacam itu hilang dari India.

Dari 25 anak perempuan yang  berhasil Rajesh David selamatkan, 2 diantaranya diadopsi sebagai anak, dan kini kedua anak perempuan itu bersekolah di Thailand dan tinggal bersama David, isterinya dan kedua anak lelakinya di Thailand. Rajesh David masih sesekali mengunjungi India hanya saja tidak bisa tinggal permanen karena keselamatannya dan timnya di pertaruhkan. Rajesh David mengatakan ada jutaan anak-anak perempuan India yang menjadi korban dari tradisi perjodohan anak dibawah umur, mereka harus diselamatkan, India tidak akan bisa menjadi negara maju jika tradisi-tradisi yang salah masih dipertahankan, bukan hanya laki-laki yang berhak untuk sekolah dan berpendidikan tinggi, perempuan juga memiliki hak yang sama. Sama seperti laki-laki, perempuan juga berhak menentukan ingin hidupnya seperti apa.

Kurangnya pendidikan di India menyebabkan banyak orang tua mengambil jalan pintas dengan menjodohkan anak-anak perempuan mereka dibawah umur, bahkan menjual anak-anak perempuan mereka menjadi budak dan gundik hanya untuk mendapatkan sejumlah uang, di India banyak orang yang masih memiliki pemikiran bahwa anak-anak perempuan adalah beban bagi orang tuanya, itulah sebabnya tradisi-tradisi semacam itu terus terjadi. Banyak orang tua di India yang berpikiran sempit dengan menganggap pendidikan tidak penting, itulah sebabnya ada puluhan juta masyarakat India yang terus terjebak dalam lingkaran kemiskinan dan tradisi-tradisi yang salah.

Rajesh David sendiri sebelumnya adalah seorang Hindu, pada usia 14 tahun dia menyaksikan sendiri dengan mata kepalanya adiknya yang masih berusia 12 tahun dinikahkan dengan seorang saudagar kaya yang sudah memiliki isteri. Rajesh David menerima YESUS Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat saat dirinya berusia 27 tahun, Rajesh David saat itu menderita sakit yang membuatnya hampir meninggal, lalu saat di rumah sakit ada seorang perawat Kristen yang mendoakannya dan dia sembuh. Sejak saat itu Rajesh David mulai pergi ke gereja dan memutuskan untuk dibaptis dan menjadi Kristen. Kejadian itu terjadi pada tahun 1996. Dan sejak 1999 selain memberitakan Injil di India, Rajesh David memulai misinya untuk menyelamatkan anak-anak perempuan dari tradisi perjodohan anak.

Kelompok misi penginjilan Rajesh David diberi nama “SAVE INDIA WITH JESUS LOVE”, sekalipun saat ini Rajesh David tinggal di Thailand, dua bulan sekali dia datang ke India dan mengadakan kebaktian kebangunan rohani disana. Dan ada sekitar 100 post penginjilan yang Rajesh David miliki di India yang tersebar di 30 wilayah di India.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eight + 1 =