BOB MARLEY : Kisah Perjalanannya dari Penganut Rastafarian Hingga Kembali ke Kristus

Bob Marley. Source: Pinterest

Siapa yang tidak kenal dengan Ikon Reggae yang sangat terkenal dengan rambut gimbalnya yaitu Bob Marley. Dari sekian banyak Reggae-man, dia adalah pemusik Regge paling terkenal. Ikon musik reggae, Bob Marley dikenal sebagai penyebar tangguh paham Rastafari, pada akhir hidupnya dibaptis di Gereja Ortodoks Ethiopia.

Gerakan Rastafari telah menyebar di berbagai tempat di dunia, terutama melalui imigrasi dan minatnya dilahirkan oleh musik Nyahbinghi dan reggae —khususnya musik Bob Marley. Pria bernama lengkap Robert Nesta Marley ini mengikuti gerakan Rastafari dari istrinya Alpharita Anderson, sekitar 1966.

Sebelumnya Bob adalah pemeluk Katolik. Selain itu, Marley dikenal juga mengikuti gaya hidup Rasta seperti 5-10 persen penduduk Jamaika: vegetarian, hidup dekat dengan alam, dan anehnya juga memakai ganja. Mereka menafsir kata “sayur pahit” yang terdapat dalam Keluaran 12:8 dalam tata cara ibadah Paskah Yahudi adalah sejenis ganja.

Penyanyi reggae ini pun akhirnya meninggal di Miami Hospital pada 11 Mei 1981 di usia 36 tahun dengan meninggalkan seorang istri dan 5 orang anak. Sebelum ia mengembuskan napas terakhir ia dibaptis dengan nama Berhane Selassie (Cahaya Tritunggal) oleh Gereja Ortodoks Ethiopia. Rita Istrinya juga mengikuti jejak Marley menjadi seorang Kristen Ortodoks.

Tommy Cowan, sahabat Bob Marley yang kini menjadi pendeta menggambarkan pencerahan yang diterima oleh ikon reggae ini dalam satu cerita menarik, “Saya mendengar dari uskup Ortodoks Abuna Yesehaq yang bercerita bahwa saat Bob Marley dibaptis, ia menangis kencang selama 45 menit dan menyebut tiga kali, “YESUS Juruselamat saya, YESUS Kristus.”

Sebenarnya, lagu-lagu Bob Marley penuh dengan perenungan yang dalam, misalnya dalam lagu No, Woman, No Cry. Tidak seperti dikira oleh banyak orang ini tentang menghibur laki-laki yang tidak punya kekasih—tidak ada perempuan tidak ada tangis. Liriknya sebenarnya tentang kepedulian terhadap perempuan kulit hitam yang mengalami penindasan. Bahkan, ada yang menebak bahwa lagu ini terinspirasi dari ucapan YESUS Kristus saat memanggul salib—tercatat di Lukas 23:28, “Tetapi YESUS menoleh kepada mereka dan berkata, “Hai putri-putri Yerusalem, janganlah menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu.” Sebuah tafsir yang sepertinya terlalu jauh. Tapi, omong-omong, Kaisar Ethiopia Haile Selassie I adalah pengikut setia YESUS Kristus.


Bob Marley dikuburkan bersama Sebuah Gitar Gibson les Paul, Sebuah bola dan Sebuah Alkitab.

Source : Meme Misionaris Indonesia 2.0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 − four =