ATALYA : Ketika Keserakahan Membutakan Mata Hati

(By : Dessy Ariadna – Tim Penulis Stand To Jesus)

2 Raja-raja 11:1 (IMB) Atalya adalah ibu Ahazia. Ketika ia melihat bahwa anaknya sudah mati, maka ia bangkit dan membinasakan semua keturunan raja.

Keserakahan dan haus akan kekuasaan dapat membutakan mata hati manusia, sehingga berani mengorbankan segalanya bahkan keluarga sendiri. Itulah yang dilakukan oleh Atalya.

Atalya adalah ibu dari Ahazia raja Yehuda, statusnya adalah ibu suri dari kerajaan Yehuda. Dia orang terpandang, dia di hormati, namun Atalya tidak pernah puas dengan apa yang sudah dia miliki.

Ketika puteranya Ahazia gugur karena terbunuh oleh Yehu. Atalya mempergunakan kesempatan itu untuk menguasai tahta kerajaan Yehuda yang saat itu baru saja kehilangan raja dan belum dilantik penggantinya. Tanpa peduli dengan keluarganya, Atalya memerintahkan supaya semua cucunya dibunuh, agar tidak ada satupun yang naik tahta sehingga hanya Atalya sendiri yang menjadi penguasa tunggal.

Namun tentunya kita tahu bahwa kekuasaan yang di raih Atalya dengan cara berkhianat ini tidaklah berlangsung lama. Tidak ada kejahatan yang abadi, itulah yang terjadi pada Atalya. Kejahatannya berakhir saat dia mengetahui bahwa salah satu cucunya yang bernama Yoas ternyata masih hidup dan selama ini disembunyikan oleh Yoseba dan imam Yoyada. Dengan bantuan imam Yoyada, tentara dan rakyat, Yoas yang baru berumur 7 tahun diurapi menjadi raja Yehuda.

Lalu bagaimana akhir dari Atalya? Atalya dibunuh oleh tentara kerajaan yang benci dengan semua kejahatan yang selama ini dia perbuat. Sehingga akhirnya Yoas bisa leluasa memerintah dan memimpin kerajaan.

2 Raja-raja 11:15-16 (IMB) Tetapi imam Yoyada memerintahkan para kepala pasukan seratus, yakni orang-orang yang mengepalai pasukan, katanya, “Bawalah ia keluar dari barisan dan barangsiapa memihak kepadanya, bunuhlah ia dengan pedang!” Karena imam itu telah berkata, “Jangan biarkan ia dibunuh di Bait YAHWEH!” Kemudian mereka menangkap dan membunuh Atalya ketika ia memasuki istana raja melalui jalan masuknya kuda-kuda.

Dari kisah hidup Atalya kita dapat belajar bahwa keserakahan dan kejahatan dapat membuat kehidupan seseorang berakhir buruk. Sebab yang apa yang ditabur akan dituai oleh setiap orang, baik itu hal baik maupun hal jahat.

Tuhan YESUS Memberkati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine + 7 =