ANUGERAH TUHAN MEMBUAT KITA HIDUP DALAM KEBENARAN

(By : Dessy Ariadna – Tim Penulis Stand To Jesus)

Titus 2:11-12 (IMB) Sebab, anugerah Elohim yang menyelamatkan semua orang sudah nyata. Anugerah itu mendidik kita supaya meninggalkan kefasikan dan meninggalkan keinginan duniawi, hidup bijaksana, adil dan saleh pada masa sekarang ini.

Banyak orang salah paham dalam memahami anugerah / kasih karunia. Sehingga ada kalangan tertentu yang beranggapan bahwa orang yang hidup dibawah anugerah Tuhan akan hidup penuh dosa dan tidak mengenal kebenaran. Pendapat seperti itu jelas bertentangan dengan firman Tuhan sendiri yang terdapat dalam Titus 2:11-12.

Kebenarannya anugerah Tuhan justru mendidik kita supaya meninggalkan kefasikan dan keinginan duniawi. Tidak hanya itu, anugerah-Nya menuntun kita untuk hidup dalam kebijaksanaan, keadilan dan juga kesalehan.

Roma 6:14-15 (IMB) Dosa tidak akan berkuasa atas kamu, sebab kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah anugerah. Lalu bagaimana? Bolehkah kita berdosa karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat melainkan di bawah anugerah? Tentu tidak.

Orang yang sungguh-sungguh hidup dibawah anugerah / kasih karunia Tuhan, akan sadar betapa berharganya pengorbanan Kristus yang sudah menebusnya diatas salib, sehingga ia tidak akan pernah bermain-main dengan kehidupannya. Roh Kudus sendiri akan menuntun orang-orang yang hidup dibawah anugerah untuk hidup sesuai dengan jalurnya Tuhan.

Hanya orang-orang yang tidak memahami anugerah (kasih karunia) saja yang akan hidup semau gue, sebab ia sama sekali tidak memahami makna dari pengorbanan Kristus diatas kayu salib.

Roma 6:1-2 (IMB) Lalu, apakah yang akan kita katakan? Apakah kita akan terus-menerus berdosa supaya anugerah itu semakin bertambah? Tentu tidak. Kita telah mati terhadap dosa, bagaimana mungkin kita masih hidup lagi di dalamnya?

Roma 6:15-16 (IMB) Lalu bagaimana? Bolehkah kita berdosa karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat melainkan di bawah anugerah? Tentu tidak. Tidakkah kamu tahu, bahwa kepada siapa kamu menyerahkan dirimu untuk taat sebagai hamba, kamu adalah hamba terhadap yang kamu taati itu, entahkah itu dosa yang menuntun ke dalam maut atau ketaatan yang menuntun ke dalam kebenaran?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − twelve =