YESUS DIHADAPAN PILATUS, YUDAS GANTUNG DIRI

Terjemahan Kitab Suci yang digunakan dalam halaman ini adalah Indonesian Modern Bible (IMB)

Pasal 27 : Matius 27:1-14 (IMB)

(1) Menjelang pagi, semua imam kepala dan tua-tua bangsa itu telah sepakat untuk melawan YESUS dan menghukum mati Dia.

(2) Mereka mengikat Dia, lalu menggiring dan menyerahkan-Nya kepada gubernur Pontius Pilatus.

(3) Ketika Yudas, yang mengkhianati Dia, melihat bahwa Dia dijatuhi hukuman, ia menyesal dan mengembalikan tiga puluh keping perak itu kepada para imam kepala dan para tua-tua,

(4) dan berkata, “Aku telah berdosa karena mengkhianati darah Orang yang tidak bersalah.” Tetapi mereka berkata, “Apa urusan kami? Itu tanggung jawabmu sendiri!”

(5) Ia melemparkan keping-keping perak itu ke Bait Suci, lalu pergi dan menggantung diri.

(6) Para imam kepala mengambil keping-keping perak itu dan mereka berkata, “Tidaklah sah untuk memasukkan uang ini ke dalam perbendaharaan, sebab ini adalah uang darah.”

(7) Setelah mengambil kesepakatan, mereka membeli ladang tukang periuk dengan uang itu untuk dijadikan pekuburan bagi orang-orang asing.

(8) Karena itu, sampai hari ini ladang itu disebut Ladang Darah.

(9) Maka genaplah apa yang difirmankan melalui nabi Yeremia ketika ia berkata, “Dan mereka telah mengambil tiga puluh keping perak, sebagai harga-Nya menurut penilaian yang berlaku, yaitu harga yang telah ditentukan oleh bani Israel,

(10) dan mereka telah menyerahkan uang itu untuk membeli ladang tukang periuk, sama seperti yang telah Tuhan pesankan kepadaku.”

(11) YESUS berdiri di hadapan gubernur Pilatus dan ia menanyai-Nya, “Engkaukah Raja orang Yahudi?” Dan YESUS berkata kepadanya, “Engkau yang mengatakannya.”

(12) Dan pada waktu Dia dituduh oleh para imam kepala dan para tua-tua, Dia tidak menjawab apa pun.

(13) Kemudian berkatalah Pilatus kepada-Nya, “Tidakkah Engkau mendengar betapa banyak hal yang telah dikatakan para saksi itu menentang-Mu?”

(14) Tetapi Dia tidak menjawabnya, bahkan sepatah kata pun tidak, sehingga gubernur itu sangat heran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × five =