PATUTKAH ORANG TUA SERING BERKATA KASAR TERHADAP ANAK?

(By : Anne Josephine Tanujaya – Tim Penulis Stand To Jesus)

Kolose 3:21 (IMB) Bapa-bapa, janganlah menyakiti hati anak-anakmu, supaya tidak tawar hatinya.

Pernahkah melihat orang tua yang mendidik anaknya dengan kekerasan dan kata-kata kasar? Ataukah saudara sendiri adalah salah satu pelakunya? Stop sering berkata kasar terhadap anak anda, karena anda tidak akan mendapatkan faedah apapun dari tindakan anda, justru malah akan membuat anak anda nanti hidup dalam kepahitan dan kebencian.

Mendidik seorang anak tidak harus dengan tindakan kekerasan apalagi dengan kata-kata kasar. Kata-kata kasar hanya akan melukai hati anak anda. Anak yang sering diperlakukan dengan kasar berpotensi melakukan hal yang sama pada orang lain dan juga anak-anaknya kelak. Tentunya saudara tidak mau bukan anakmu nanti punya perilaku yang kasar dan suka mengucapakan kata-kata kasar akibat meniru sikap dan perilakumu.

Banyak orang tua berpikir bahwa berkata-kata kasar terhadap anak adalah merupakan sikap tegas. Benarkah sikap tegas sama dengan kasar? Tidak sama sekali saudara, tegas dan kasar adalah dua hal yang berbeda. Tegas tidak melulu harus kasar, tegas sendiri secara umum memiliki pengertian sikap yang berani dan percaya diri untuk mengungkapkan apa yang benar dan apa yang salah, apa yang diinginkan dan tidak diinginkan secara jelas, nyata dan pasti tanpa menyinggung dan menyakiti perasaan orang lain. Berbeda dengan kasar, kasar sendiri secara umum memiliki pengertian bertingkah laku tidak lemah lembut, semena-mena dan sembrono dalam bertindak maupun berkata-kata terhadap orang lain tanpa memikirkan perasaan orang lain.

Anda termasuk yang mana? Tegas atau kasar? Jika anda termasuk kategori orang tua kasar yang suka berkata-kata sembarangan terhadap anak anda, mulai sekarang stop bersikap semacam itu, anda hanya akan membuat anak anda tertekan. Anak yang sering diperlakukan kasar cenderung akan mengalami gangguan secara psikologis. Anda tentunya tidak mau kan hal ini terjadi pada anak-anak anda? Jangan sampai keberadaan anda sebagai orang tua malah membuat anak merasa hidupnya tidak berharga dan tidak dibutuhkan akibat sikap anda yang dianggapnya sebagai penolakan terhadap dirinya.

Mendidik anak tidak harus selalu dengan kekerasan. Didikan harus berimbang antara ketegasan dan kasih. Didiklah anak dalam ketegasan dan kasih, bukan dalam kekerasan. Jika anak berbuat salah tegorlah dengan sikap tegas tetapi juga masih dalam koridor kasih. Beritahu anak anda mana yang benar saat dia berbuat salah, tetapi tidak perlu menyudutkannya apalagi memakinya dan menghakiminya.

Setiap kita pasti pernah menjadi seorang anak, tidak ada anak yang sempurna di dunia ini. Jangan menjadikan diri anda sebagai orang tua yang ditakuti anak yang membuat anak merasa tidak nyaman bila berada di dekat anda, apalagi membuatnya merasa keberadaan anda dirumah hanya membuatnya merasa tidak aman. Jadilah orang tua yang bisa menjadi sahabat anak, sehingga anak saudara akan lebih mudah terbuka akan segala hal kepada anda tanpa rasa takut dan perasaan tidak nyaman.

Jangan sampai keberadaan anda dirumah hanya membuat anak anda merasa depresi dan baru merasa bahagia jika anda tidak ada dirumah. Jika anak anda sudah sampai seperti itu maka anda sudah gagal sebagai orang tua dalam memberi didikan kepada anak anda.

Amsal 19:18 (IMB) Didiklah anakmu selama masih ada harapan dan hendaklah jiwamu tidak menginginkan kematiannya.

God Bless You..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 − six =