HIDUP BUKAN UNTUK BERMALAS-MALASAN

(By : Nathanael Agung Surya Putra – Tim Penulis Stand To Jesus)

Baca penting : Pengkhotbah 10:1-20 (IMB)

“Atap runtuh oleh karena kemalasan, dan rumah bocor oleh karena tangan yang lamban.” (Pengkhotbah 10:18 – IMB)

Ada banyak ayat di Alkitab yang menggambarkan tentang perilaku dan karakteristik pemalas, di antaranya: “Jiwa si pemalas sarat keinginan tetapi ia tidak memperoleh apa pun,” (Amsal 13:4 – IMB), “Seperti pintu berputar pada engselnya, demikianlah orang malas di atas tempat tidurnya.” (Amsal 26:14 – IMB). Karena mereka tidak melakukan apa pun maka hasilnya pun menjadi nihil atau nol. Inilah suatu kehidupan yang tanpa produktivitas. Sangat menyedihkan!

Tuhan menentang segala bentuk kemalasan, sebab Ia menciptakan manusia secara khusus dengan membekali kecerdasan, talenta dan berbagai kemampuan yang melebihi ciptaan-Nya yang lain, dengan tujuan supaya manusia dapat mengembangkan kehidupannya secara optimal untuk kemuliaan nama-Nya. Manusia dapat memuliakan nama Tuhan hanya jika mereka mau bertekun, setia dan bekerja keras. Oleh karena itu “Segala sesuatu yang tanganmu temukan untuk dilakukan, kerjakanlah dengan kekuatanmu. Karena tidak ada pekerjaan, atau pertimbangan, atau pengetahuan, atau hikmat, di alam maut, ke mana engkau akan pergi.” (Pengkhotbah 9:10 – IMB).

Jadi tidak ada alasan untuk kita bermalas-malasan! Kemalasan harus dilawan dan diperangi, sebab ada tertulis: “Orang yang malas dalam pekerjaannya adalah saudara dari penghancur.” (Amsal 18:9 – IMB), penghancur masa depannya sendiri! Masa depan suatu bangsa dipertaruhkan dan terancam akan hancur jika masyarakatnya malas. Intinya, tidak ada sisi positif sedikit pun dari kemalasan, selalu mendatangkan kerugian dan bencana, serta “…mengakibatkan kerja paksa.” (Amsal 12:24 – IMB).

Sekali lagi, marilah kita belajar dan mengambil sisi positif dari kehidupan semut yang memiliki mobilitas dan produktivitas tinggi sehingga kelangsungan hidup koloninya menjadi sangat terjamin. Dengan memperhatikan kebiasaan hidup semut ini seharusnya kita semakin dirangsang untuk membuang rasa malas, mau bekerja dengan keras, bertanggung jawab dan memelihara integritas hidup kita.

“Namun YESUS menjawab mereka, “Bapa-Ku bekerja hingga sekarang, maka Aku bekerja juga.” (Yohanes 5:17 – IMB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × three =