From zero to hero : EHUD

(By : Dessy Ariadna – Tim Penulis Stand To Jesus)

Hakim-hakim 3:15-16 (IMB) Lalu bani Israel berseru kepada YAHWEH dan YAHWEH membangkitkan seorang pembebas bagi mereka, yakni Ehud, anak Gera, orang Benyamin, seorang yang kidal. Dan bani Israel mengirim satu upeti dengan perantaraan tangannya kepada Eglon, raja Moab. Ehud membuat sebuah pedang bermata dua, yang panjangnya hampir satu hasta, lalu ia menyembunyikannya di bawah jubah panjangnya pada paha kanannya.

Setiap manusia pasti memiliki kekurangan dan kelebihan, tidak ada manusia dimuka bumi ini yang sama sekali tidak memiliki kekurangan. Tetapi tahukah kalian bahwa Tuhan justru memakai orang-orang yang dianggap lemah, tidak terpandang, bukan siapa-siapa dimata orang lain untuk menjadi alat kemuliaan-Nya?

1 Korintus 1:27-29 (IMB) Akan tetapi Elohim telah memilih mereka yang bodoh bagi dunia untuk mempermalukan mereka yang berhikmat, dan Elohim telah memilih mereka yang lemah bagi dunia untuk mempermalukan mereka yang kuat, dan Elohim telah memilih mereka yang tidak berarti bagi dunia dan mereka yang dihina serta mereka yang dianggap tidak ada, agar Dia dapat meniadakan apa yang dianggap berharga, supaya tidak seorang pun dapat bermegah di hadapan-Nya.

Ehud adalah salah satu contohnya, dalam Hakim-hakim 3:15 dikatakan bahwa Ehud adalah seorang yang kidal, tentunya hal ini tidak mudah bagi Ehud apalagi dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Namun apa yang menjadi kekurangan dari Ehud tidak menghalangi Tuhan untuk berkarya dalam kehidupannya. Tuhan justru memakai Ehud untuk menjadi pahlawan bagi bangsa Israel dan melalui dia, Tuhan melepaskan bangsa Israel dari penjajahan bangsa Moab.

Bila kita membaca kisah Ehud dalam Hakim-hakim 3:12-30, kita bisa melihat bagaimana campur tangan Tuhan yang luar biasa dalam membebaskan bangsa Israel dari tangan Moab, Ehud bukan hanya seorang yang gagah berani tetapi ia juga adalah seorang yang cerdik (Hakim-hakim 3:19-28). Namun kunci keberhasilan utama dari Ehud bukanlah terletak pada keberanian dan kecerdikannya, tetapi karena Tuhan yang menyertai dia.

Dalam perikop awal di Hakim-hakim 3:15, Ehud adalah orang yang menjadi perantara bagi bani Israel untuk menyampaikan upeti kepada Eglon, raja Moab. Yang Ehud lakukan ini bisa saja menjadi bahan hinaan bagi segelintir bahkan banyak orang, sebab terkesan Ehud seperti tunduk dan memihak kepada bani Moab. Bayangkan saja yang Ehud lakukan bukanlah hal yang mudah, ia harus mengumpulkan upeti dari orang-orang sebangsanya sendiri dan kemudian menyerahkannya kepada raja Moab, sedangkan bangsanya sendiri tertindas dan dijajah selama 18 tahun oleh bani Moab. Tentunya hal ini tidaklah segampang kelihatannya bagi Ehud, cibiran demi cibiran mungkin saja sudah sering dia dengar dan alami.

Namun dibalik semuanya itu, Tuhan lebih mengenal dan lebih tahu seperti apa pribadi, karakter dan isi hati Ehud. Tuhan punya rencana luar biasa dalam hidupnya yang mungkin tidak pernah Ehud sadari sebelumnya. Dan ketika waktunya tiba Ehud dipakai Tuhan untuk membebaskan bangsa Israel dari penjajahan bangsa Moab, setelah raja Eglon tewas ditangan Ehud, dia bersama bangsa Israel melakukan penyerangan dan karena penyertaan Tuhan, Ehud dan pasukan Israel berhasil meraih kemenangan gilang-gemilang atas Moab dan negeri itu menjadi aman 80 tahun lamanya (Hakim-hakim 3:27-30), God so amazing !

So, saudaraku jangan pernah putus asa dalam hidup, selalu ada harapan bagi setiap orang yang percaya dan selalu mengandalkan Tuhan YESUS dalam hidupnya. Jangan pernah lupa bahwa dibalik awan gelap dan hujan yang luar biasa, selalu ada pelangi yang indah menghiasi setelah awan gelap dan hujan itu sirna. Apapun yang menjadi kekurangan dan kelemahan kita, tidak akan pernah menghalangi untuk Tuhan memakai kita dengan luar biasa.

One Comment on “From zero to hero : EHUD”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine − five =