BELAJAR MENGAMPUNI DAN BERDAMAI DENGAN MASA LALU

(By : Anne Josephine Tanujaya – Tim Penulis Stand To Jesus)

Di tahun ini saya merasa kasih Tuhan begitu melimpah bagi saya. Terlebih di dalam pengendalian diri saya. Tahun ini tahun dimana saya belajar mengampuni, mengintropeksi diri saya, berdamai dengan masa lalu dan bisa lebih menerima akan semua hal-hal luar biasa yang sudah Tuhan berikan.

Awalnya saya merasa mengampuni itu sangat sulit karena amarah dan ego yang ada di dalam hati saya. Namun, karena saya merasakan kasih Tuhan yang begitu luar biasa dalam hidup saya dan mengandalkan-Nya dalam setiap permasalahan di dalam kehidupan saya, perlahan saya bisa melepaskan semua yang mengganjal di hati saya.

Beban? Ya, jika kita memiliki rasa amarah atau benci, hal itu akan menjadi beban yang kita selalu bawa kemana-mana seperti pisau yang menancap di diri kita. Itulah yang saya rasakan selama ini dan rasanya amat sangat tidak enak, sangat menyakitkan. Tetapi puji Tuhan, saya merasakan kebebasan dan kedamaian di dalam hati saya ketika saya menyerahkan semuanya kepada YESUS dan mengalami langsung kasih-Nya yang luar biasa.

Ketika kita bisa merasakan kasih Tuhan, disitulah kita dimampukan Tuhan untuk mengampuni. Tidak hanya itu jika kita sudah mengampuni dengan hati yang rela dan penuh ketulusan, Tuhan bahkan akan memampukan kita untuk bisa mengasihi musuh kita dengan mendoakannya dan membuat hubungan jadi baik kembali dengan caranya Tuhan.

Terkadang untuk mendapatkan sesuatu yang kita harapkan itu butuh proses, mungkin awalnya kita merasa jatuh, sedih, kecewa, marah ataupun perasaan yang pahit. Tapi, percayalah ketika kita mengizinkan kasih Tuhan untuk menaungi kehidupan kita, ke depannya kita akan melihat Tuhan akan selalu memberi kita kebaikan demi kebaikan.

Dulu saya merasa kecewa dan merasakan sedih yang amat sangat dalam akibat luka hati yang saya alami. Tetapi setelah merasakan sendiri kasih YESUS yang luar biasa dalam hidup saya, saya percaya rancangan Tuhan ke depan jauh lebih indah dari yang saya harapkan saat itu. Tuhan itu terlalu baik, teramat baik! Terima kasih YESUS, atas kasih-Mu yang luar biasa di dalam kehidupan saya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − 8 =