BAESA : Ketika Kejahatan dan Kesombongan Menghancurkan Hidup Seseorang

(By : Dessy Ariadna – Tim Penulis Stand To Jesus)

1 Raja-raja 15:33-34 (IMB) Pada tahun ketiga zaman Asa, raja Yehuda, Baesa anak Ahia memerintah atas seluruh Israel di Tirza selama dua puluh empat tahun. Ia melakukan apa yang jahat di mata YAHWEH dan hidup sesuai jalan Yerobeam dan menurut dosanya yang mengakibatkan orang Israel berdosa.

Mungkin banyak diantara sobat yang asing mendengar nama Baesa. Baesa adalah raja Israel, dia menjadi raja atas Israel menggantikan Nadab, putera Yerobeam. Baesa menjadi raja setelah ia berhasil mengalahkan Nadab (1 Raja-raja 15:27-29). Naiknya Baesa menjadi raja atas Israel tidak lepas dari peran Tuhan yang membuat semua itu terjadi (1 Raja-raja 16:1-3).

Namun bukannya bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan karena sudah memilihnya menjadi seorang raja, Baesa justru hidup dalam kejahatan yang luar biasa seperti yang dilakukan oleh Yerobeam putera Nebat, ayah dari Nadab. Semasa hidup Yerobeam ia melakukan banyak kejahatan, hidup dalam kesombongan dan menolak firman Tuhan (1 Raja-raja 12-14).

Baesa hidup sama seperti Yerobeam, ia tidak menghargai kebaikan Tuhan yang sudah dilimpahkan dalam hidupnya, sehingga firman Tuhan datang kepadanya melalui perantaraan nabi Yehu (1 Raja-raja 16:1,2,7).

Sayangnya setelah firman Tuhan disampaikan kepada Baesa melalui perantaraan nabi Yehu, sama sekali tidak ada pertobatan dari Baesa, akibatnya Baesa pada akhirnya menuai sendiri kejahatan yang sudah dia tabur. Puteranya Ela, yang menjadi raja menggantikannya setelah wafat, justru melakukan hal yang sama dengan dia dan berakhir dengan kehancuran dari keluarga Baesa sendiri (1 Raja-raja 16:8-14).

Dari kisah hidup Baesa kita dapat belajar bahwa mendengar firman Tuhan itu sangatlah penting sebagai pedoman bagi kehidupan kita, sebaliknya menolak firman Tuhan akan berdampak juga dalam kehidupan kita, baik atau tidaknya keadaan hidup seseorang semua itu merupakan pilihan dari orang itu sendiri, apakah dia mau hidup sesuai tuntunan firman Tuhan atau sesuai keinginannya sendiri. Ketika Tuhan menyatakan firman-Nya kepada Baesa, semua itu tidak lepas dari Tuhan berbelas kasihan kepadanya, sebab Tuhan tidak ingin Baesa mendapatkan konsekuensi buruk dari tindakannya sendiri, namun kekerasan hatinya membuat firman Tuhan tidak mendapatkan tempat di dalam hidupnya. Akibatnya ia menuai sendiri apa yang sudah ia tabur.

Ibrani 3:15 (IMB) Seperti yang dikatakan: “Hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu, seperti saat pemberontakan itu.”

Yesaya 2:11 (IMB) Manusia yang sombong akan direndahkan, dan keangkuhan manusia akan ditundukkan, dan pada hari itu hanya YAHWEH sendiri yang akan ditinggikan.

Galatia 6:7 (IMB) Janganlah tersesat. Elohim tidak dapat dipermainkan, karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven + 16 =